Komunitas

JDC Diharapkan Jadi Ajang Perkenalan Tarian Modern dan Tradisional

Oleh: Admin Sabtu 26 Okt 2019, 22:17 WIB
Art and Movement usai tampil di JDC 2019/Ayojakarta.com

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Komunitas Art and Movement turut memeriahkan Jakarta Dance Carnival (JDC) 2019 dengan membawakan tari tradisional Jawa Barat dan Jawa Timur. 

Mereka mengaku cukup senang bisa tampil bersama komunitas tari yang lain ibarat ajang lebarannya para penari.

Founder Art and Movement Syaful Mislam menyatakan bahwa konsep JDC 2019 lebih bagus dibandingkan dengan sebelumnya. Terlebih, melihat lokasi penyelenggaraannya yang menyediakan berbagai panggung. 

''Konsepnya beda, jadi tertarik untuk ikut acara ini. Kesannya lebih bagus dan terkonsep, lebih oke lah,'' beber Syaful Mislam saat ditemui Ayojakarta usai tampil di panggung apresiasi, Taman Lapangan Banteng, Sabtu (26/10/2019).

Komunitas tari asal Kwitang itu kerap membawakan tarian-tarian tradisional Tanah Air. Jumlah penarinya sebanyak tujuh orang dewasa yang terdiri dari lima perempuan dan dua laki laki. 

''Durasi tampil tidak dibatasi, ada yang 10 sampai 15 menit. Tarian Bali dan Jawa biasanya lama-lama tapi hampir di luar Jawa seperti Sumatera itu lebih cepat,'' kata Mislam. 

Dia berharap, kegiatan bertema seni budaya seperti JDC konsisten diselenggarakan tiap tahun. Pesannya supaya para seniman lebih bisa mengenalkan ragam tari modern dan tradisional sehingga antusias masyarakat makin meningkat. 

''Karena tidak semua penonton paham dengan tarian yang dibawakan, misalnya ada gabungan hip hop dengan tari tradisi. Harapannya bisa berkembang karena event ini bisa dinikmati semua orang,'' papar Mislam. 

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo