JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Semakin banyak data menunjukkan bahwa vape atau rokok elektrik benar-benar buruk bagi kesuburan dan kehamilan wanita.
Dalam studi yang dipublikasikan Journal of the Endocrine Society, para peneliti mengamati efek vaping pada tikus.
Tikus yang terpapar uap e-rokok sebelum hamil membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil, dan kecil kemungkinannya memiliki implan embrio di dalam rahim. Sedangkan pada tikus hamil yang terpapar uap, janin tidak bertambah beratnya seperti pada tikus yang tidak terpapar uap vaping.
''Kami juga menemukan bahwa penggunaan e-rokok selama kehamilan mengubah kesehatan jangka panjang dan metabolisme keturunan perempuan yang memberikan efek generasi kedua seumur hidup pada janin yang sedang tumbuh,'' jelas Kathleen Caron, Ph.D dari University of North Carolina di Chapel Hill, NC seperti dilansir Sheknows.
Tentu penelitian dilakukan pada tikus tetapi cukup meyakinkan bahwa itu harus memotivasi wanita yang mencoba hamil atau yang ingin hamil di masa depan untuk setop menggunakan vape.
''Temuan ini penting karena mereka mengubah pandangan kami tentang persepsi keselamatan e-rokok sebagai alternatif dari rokok tradisional sebelum dan selama kehamilan,'' kata Caron.
Kita sudah tahu bahwa vaping bisa menyebabkan masalah menakutkan dengan perkembangan otak, pembuluh darah dan kesehatan paru-paru. Vaping juga dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung, stroke dan depresi.
Selain itu juga harus memperhatikan anak-anak dan remaja yang kini semakin sering menggunakan dan kecanduan akan vape.
Jumlah siswa sekolah menengah yang menggunakan e-rokok kini meningkat dari 2,1 juta pada tahun 2017 menjadi 3,6 juta pada 2018, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.