JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kerinduan akan kampung halaman terbukti mampu mempersatukan kaum perantau yang mencari nafkah di Jakarta.
Hal itu benar adanya setelah kita mendengar kisah dari komunitas kaum perantau yang satu ini. Namanya PJKA.
Loh, Perusahaan Jawatan Kereta Api? Bukan. Tapi masih "nyambung-nyambung" ke sana.
PJKA singkatan dari Pulang Jumat Kembali Ahad. Beranggotakan para perantau yang setiap minggunya kembali kampung halaman menggunakan kereta. Bukan jarak dekat. Para perantau ini rela pulang dengan ongkos yang tidak murah demi menghabiskan waktu libur bersama keluarga meskipun hanya satu hari.
Koordinator PJKA, Dina Setiyawan, membagikan pengalamannya menjadi bagian dari PJKA. Pria kelahiran 6 Mei 1978 ini menceritakan, pertemuan di kereta yang sama dan di waktu yang sama setiap minggunya ketika pulang kampung adalah awal mula terbentuknya komunitas ini.
"Kami adalah para perantau yang bekerja di Jakarta dan keluarga kami ada di kampung halaman. Kebetulan kami setiap minggu kok pas di kereta ketemu si A, di B, si C, minggu berikutnya pun bertemu lagi," ungkap Dina yang bekerja sebagai petugas ekspedisi di salah satu perusahaan swasta Jakarta kepada Ayojakarta, Jumat (4/9/2019).
"Akhirnya karena seperti itu, kita lama-lama saling kenal, saling kenalan, saling tanya ke mana, lalu tinggal di mana. Karena lebih kenal akhirnya kita membentuk PJKA," sambungnya.
Pembelian tiket kereta secara bersama-sama menjadi tradisi bagi komunitas ini. Bahkan yang awalnya duduk secara acak, kini duduk di kursi penumpang yang berdekatan.
"Lama-lama ayo kita bareng-bareng (pulang kampung) beli tiket, dan dengan beli tiket bareng kita bisa kumpul di kursi penumpang yang saling berhadapan atau berdekatan," kisahnya.
Komunitas ini telah terbentuk sejak tahun 1990-an, namun Dina menjadi koordinator kira-kira di era 2000-an menggantikan para koordinator sebelumnya yang sudah sepuh.
Kata Dina, angkatan tahun 2000-an adalah angkatan dengan jumlah anggota terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, hingga saat ini, PJKA memiliki anggota dengan total 1000 orang yang rata-rata berasal dari kota Madiun, Yogyakarta, Solo, dan kota-kota besar lainnya dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Saking berkembangnya, PJKA kini membawahi hingga 10 grup yang masing-masing grup mengkoordinir 50-100 orang anggota PJKA.