JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Menanamkan rasa keberanian diri pada anak-anak tentunya agak susah dan gampang untuk dipelajari sejak dini. Setiap anak memiliki sifat yang berbeda-beda dan kadang anak rewel jika tidak ditemani oleh orang tuanya.
Ada sebuah komunitas yang melatih keberanian anak, kemandirian, dan juga mengenali psikologi anak seperti Komunitas Berani Anak Indonesia (Ko Berani). Komunitas ini didirikan pada 23 Juli 2018. Sosial media Instagram komunitas ini adalah @komunitas_berani.
Menurut Founder Komunitas Berani Anak Indonesia, Una mengatakan bahwa awalnya ia ingin membentuk komunitas ini karena ingin mengenalkan kepada anak-anak kegiatan yang membutuhkan nyali yang besar.
AYO BACA : Kanker Tulang, Penyakit Langka yang Mesti Diwaspadai
“Saya dari SMP dulu sangat mencintai terhadap anak-anak, maka dibentuklah komunitas ini agar mengenal karakter anak dan mengubahnya ke yang lebih postif, untuk anggota sudah ada 30 orang di Bandung dan memiliki cabang seperti di Sukabumi dan Jakarta,” lanjut Una.
Kegiatan yang dilakukan di komunitas ini merupakan olaharaga alam seperti panjat tebing, river tubing, lempar pisau, menembak, arung jeram dan berkuda. Biasanya setiap minggu komunitas ini rutin melakukan panjat wall climbing tempatnya berbeda-beda seperti di STIE Ekuitas Bandung, Institut Teknologi Nasional Bandung, dan di Pusenif Bandung.
Kegiatan lain yang dilakukan Ko Berani ini setiap dua atau tiga bulan sekali yaitu mengadakan psycho camp. Pyscho Camp ini adalah camping pembentukkan psikologi anak-anak, jadi di dalam camp tersebut stimulus anak bisa berubah yang asalnya tidak suka sayuran dan buah-buahan akan suka karena terstimulasi oleh teman-temannya.
AYO BACA : Sejarah Hari Ayah
Untuk kegiatan ini anak-anak tidak di dampingi oleh orang tua, range umur yang bisa mengikuti kegiatan ini dari 5-13 tahun. Pada akhir Juni komunitas ini megadakan psycho camp yang ke 6 di River Tubing Leuwi Paranje, Garut selama 3 hari.
Untuk mendaftar ke komunitas ini bisa melakukan biaya pendaftaran sebesar Rp 100.000 sudah termasuk untuk seumur hidup. Jika ingin melakukan panjat wall climbing bisa setiap pertemuan membayar sebesar Rp 50.000. Untuk kegiatan panjat ini bisa dimulai dari umur 3-13 tahun.
Menurut Una banyak manfaat yang didapatkan di dalam komunitas ini, pertama silahturahmi, kedua memperbanyak saudara, ketiga anak-anak bermain tetapi mempunyai manfaat yang positif.
“Harapannya saya ingin komunitas ini ke seluruh Indonesia, jadi mengenalkan kegiatan-kegiatan komunitas berani ke seluruh anak Indonesia. Jika ada rezekinya bukan ke kota-kota tetapi kepulau yang lainnya. Di komunitas ini didampingi oleh ahlinya seperti ahli river tubing, menembak dan lain, jadi anak-anak itu bukan belajar ecek-ecek tapi ilmunya memang dari ahlinya,” tutup Una.
AYO BACA : Polusi Sebabkan Asma pada Anak