Komunitas

Polusi Jakarta Paling Buruk di Dunia, Presiden Jokowi Gelar Rapat Darurat, Netizen: WFH Pak Solusinya

Oleh: Nuriyah Nofasari Selasa 15 Agu 2023, 17:39 WIB
Dalam beberapa hari terakhir, tingkat polusi udara di Jakarta semakin meruncing dan berdampak pada munculnya penyakit.

AYOJAKARTA.COM - Dalam beberapa hari terakhir, tingkat polusi udara di Jakarta semakin meruncing dan berdampak pada munculnya penyakit.

Merespons isu ini, Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas untuk membahas kualitas udara di kawasan Jabodetabek.

Dilihat AYOJAKARTA.COM dari akun Twitter @jokowi pada Selasa, 15 Agustus 2023, akun Twitter resmi Presiden Jokowi tersebut memposting suasana rapat yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2023.

Rapat yang digelar oleh Presiden Jokowi bersama beberapa Menteri pun menyita perhatian dari netizen.

Akun Twitter @jokowi tersebut bahwa Presiden Jokowi bersama para menteri menyelenggarakan rapat untuk membahas kualitas udara di wilayah Jabodetabek saat ini.

"Rapat terbatas membahas kualitas udara di wilayah Jabodetabek di Istana Merdeka, hari ini," cuit akun Twitter @jokowi, dikutip AYOJAKARTA.COM, pada 15 Agustus 2023.

Baca Juga: Selain Jakarta, Inilah 10 Kota dengan Polusi Udara Terburuk di Indonesia, 3 Wilayah Ada di Zona Merah

"Sepekan terakhir, kualitas udara di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi sangat buruk. Pada 13 Agustus 2023, indeks kualitas udara DKI Jakarta di angka 156 atau tidak sehat," tulis akun tersebut.

Sampai artikel ini ditulis, unggahan ini sudah dilihat sebanyak 1,9 juta pengguna dan dibagikan 1.126 kali serta disukai oleh 4 ribu pengguna.

Postingan akun resmi dari Presiden Jokowi tersebut mendapatkan berbagai macam tanggapan dari netizen.

“Buruan pindah ke IKN ngapa Pak?” cuit akun @YoanAng****.

Baca Juga: Lebih Buruk dari Kemarin, Polusi Udara di Jakarta Hari Ini Meningkat hingga Mencapai Indeks Tidak Sehat

“Solusi: percepatan IKN, transmigrasi ASN ke Kalimantan dan EV pribadi ke Jabodetabek. Solusi terlupakan: memberikan kemudahan instalasi panel surya, pembatasan PLTU," tulis akun @andy_do**.***.

"Gas mendorong WFH (Work From Home atau bekerja dari rumah) pak," tulis akun Twitter @eDzul****.

“WFH pak solusinya. Selain mengurangi kemacetan, juga mengurangi polusi. Jangan himbauan pak. Gak guna imbauan kalo di Indonesia” cuit @DonTimoteo

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Aris Abdulsalam