Kuliner

7 Kesalahan Fatal Penjual Es Teh yang Bikin Rasa dan Kualitas Jadi Tidak Maksimal dalam Berbisnis

Oleh: Sarwendah Jumat 28 Jun 2024, 17:32 WIB
Ilustrasi kesalahan yang dilakukan penjual es teh yang bikin kualitas tidak maksimal.

AYOJAKARTA.COM – Penjualan es teh di Indonesia semakin populer, terutama di tengah cuaca tropis yang panas.

Namun, banyak penjual yang masih melakukan kesalahan-kesalahan yang berdampak pada rasa dan kualitas produk.

Berikut ini adalah tujuh kesalahan fatal yang sering dilakukan penjual es teh, yang dapat membuat bisnis tidak maksimal, dikutip dari kanal YouTube Ferdi Mallory.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Cari Tahu Cerita di Balik Karakter Aslimu dengan Memilih Salah 1 Teko Teh Ini

 1. Tidak memahami karakteristik teh

Banyak penjual es teh meracik teh tanpa memahami karakteristik dari masing-masing jenis teh. Setiap jenis teh memiliki karakteristik yang berbeda, seperti teh nyapu yang memiliki rasa sepat dan aroma khas.

Mencampur teh tanpa memperhatikan karakteristiknya bisa menghasilkan rasa yang tidak maksimal. Misalnya, mencampur teh yang sama-sama memiliki rasa sepat hanya akan membuat rasa sepat semakin dominan.

 2. Teknik penyimpanan yang salah

Teh yang sudah dibuka kemasannya harus disimpan dengan benar, yaitu dalam wadah yang kedap udara. Menyimpan teh di dalam plastik atau wadah yang tidak kedap udara dapat merusak aroma dan rasanya.

Wadah kedap udara membantu mempertahankan kesegaran teh, sehingga rasa dan aroma tetap terjaga.

 3. Memasak teh secara langsung

Teh sebaiknya tidak direbus langsung bersama air panas di atas api. Cara yang benar adalah memasak air sampai mendidih, matikan api, kemudian menuangkan air panas ke dalam panci yang sudah diisi dengan teh.

Ini untuk menjaga aroma dan rasa teh tetap maksimal. Merebus teh langsung di atas api dapat menghilangkan aroma dan rasa khas teh, sehingga hanya rasa pahit dan sepat yang tersisa.

 4. Menyeduh terlalu lama atau terlalu cepat

Menyeduh teh terlalu lama akan membuat rasa sepat dan pahit yang dominan, sementara menyeduh terlalu cepat membuat rasa dan aroma teh tidak keluar dengan maksimal.

Idealnya, penyeduhan dilakukan selama 30-45 menit. Penyeduhan yang tepat akan mengeluarkan semua rasa dan aroma teh, membuat teh lebih nikmat.

 5. Tidak mengaduk teh saat menyeduh

Teh harus diaduk saat diseduh agar aroma dan rasanya keluar dengan maksimal. Setelah didiamkan, teh juga perlu diaduk kembali sebelum disaring dan dituangkan ke dalam wadah penyimpanan.

Mengaduk teh memastikan semua bagian teh terkena air panas secara merata, sehingga rasa dan aroma teh keluar sempurna.

 6. Penyimpanan sisa teh jualan

Teh yang sudah dicampur gula sebaiknya tidak disimpan untuk keesokan harinya. Namun, jika harus disimpan, bisa ditempatkan di kulkas dan dihangatkan kembali dengan teknik tertentu.

Teh yang sudah dicampur gula memiliki risiko lebih cepat rusak, sehingga penyimpanannya harus lebih diperhatikan.

Menghangatkan kembali teh dengan api kecil dan tidak menutup panci sepenuhnya dapat membantu mempertahankan rasa.

 7. Terlalu banyak es batu

Menambahkan terlalu banyak es batu dalam es teh mengurangi jumlah teh yang dinikmati pelanggan. Idealnya, teh yang disajikan sekitar 200-250 ml dengan es batu yang cukup.

Terlalu banyak es batu membuat teh terasa encer dan mengurangi kepuasan pelanggan.

Baca Juga: Kamu Suka Teh atau Kopi? Preferensi Minuman Ini Dapat Menentukan Apakah Kamu Introvert atau Ekstrovert

Kesalahan- kesalahan ini seringkali terjadi karena kurangnya pemahaman tentang karakteristik teh dan teknik penyimpanan serta penyeduhan yang tepat.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan, penjual es teh dapat meningkatkan kualitas produk, sehingga lebih disukai oleh pelanggan.***

Reporter Sarwendah
Editor Tedi Rukmana