AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini franchise Menantea milik Jerome Polin dituding melakukan penipuan oleh salah satu mitranya.
Hal itu disampaikan oleh akun Twitter @MenanteaHarapan yang menuding franchise Menantea milik Jerome Polin ini tak sesuai kenyataan.
Akun Twitter tersebut, mengklaim bahwa dirinya bermitra dengan Menantea dengan modal Rp 400 jutaan, namun produk yang terjual dalam sehari hanya kurang sari sepuluh per hari.
Membahas, mengenai franchise, kalian tahu tidak kenapa pelaku usaha saat ini banyak yang membuka franchise?.
Dilansir dari kanal YouTube Bosen Jadi Karyawan pada Minggu, 26 Maret 2023 berikut ulasannya.
Kenapa ada bisnis yang mau buka franchise? alasan utamanya karena mereka ingin membangun brand awarness.
Semakin banyak membuka cabang, maka pengenalan akan mereknya sendiri itu akan semakin banyak dikenal oleh masyarakat.
Kemudian alasan kedua adalah, ekspansi tanpa modal l, karena jika mereka membuka cabang sendiri lagi akan membutuhkan banyak modal.
Kemudian alasan ketiga adalah, pelaku usaha yang membuka franchise adalah ingin mendapat keuntungan, karena untuk membeli suatu franchise itu harus memiliki modal sampai ratusan juta, belum termasuk sewa tempat.
Jangan ambil franchise dari pelaku usaha yang hanya berfokus pada penjualan franchise itu sendiri tanpa memikirkan cabangnya memiliki keuntungan atau tidak.
Bisnis yang seperti ini perlu berhati-hati karena pemilik franchise hanya memikirkan bagaimana menjual franchise sebanyak mungkin demi keuntungan sendiri.
Untuk itu, perlu beberapa pertimbangan jika kita memutuskan ingin mengambil sebuah franchise. Antara lain:
Baca Juga: Nyesek! Curhatan Mitra Bisnis Jerome Polin yang Mengaku Ditipu, Modal Rp400 Juta Cuma Laku ….
1. Target Market
Tentukan target market sebelum membuka usaha. Misalnya kita ingin membuka usaha dengan produk kopi yang mana targetnya adalah anak-anak muda
Maka kita dapat membuka usaha di area outdoor yang dapat digunakan untuk bersantai, merokok dan nongkrong bareng teman-teman.
Data-data dari target market juga dapat diminta kepada yang membuka franchise tersebut. Jika pemilik franchise tidak memiliki data target marketnya, maka kalian harus berhati-hati.
2. Lokasi
Tentukan lokasi sesuai dengan target pasarnya. Misal target pasarnya anak muda, maka dapat membuka usaha di dekat area kampus.
3. Analisa kompetitor
Sebelum membuka usaha coba perhatikan daerah lokasi sekitar yang akan dijadikan tempat usaha.
Jika ada usaha yang serupa dengan brand yang cukup kuat, analisalah tempat usaha tersebut apakah sepi atau ramai pelanggan.
Baca Juga: Lagi- lagi Viral, Aksi Jerome Polin Kena Sentil Anak Presiden di Twitter: Anda Kuliah Aja yang Bener
Jika ramai maka lokasi tersebut dapat dijadikan tempat usaha dan bersaing dengan pejual serupa, namun jika sepi pelanggan justru kita harus berhati-hati, karena kemungkinan lokasi tersebut kurang bagus.
4 . Harga franchise
Perhitungkan harga yang diterapkan untuk satu produk, apakah masuk akal atau tidak. Untuk balik modalnya membutuhkan waktu berapa lama.***