AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, masih dalam upaya penyelidikan.
Polisi masih menyelidiki dan berusaha menemukan barang-barang yang dapat menjadi bukti untuk menguak kasus ini.
Terbaru, polisi menemukan kain yang diduga bertuliskan mantra dan kemenyan di rumah keluarga Kalideres tersebut.
Dilansir AyoJakarta.com dari Channel Youtube Kompas TV, polisi mulai memeriksa temuannya yang diduga mantra dan kemenyan.
Baca Juga: Sukses Kelola SDM bank bjb, Tedi Setiawan Raih The Best Human Capital Director Of The Year 2022
Temuan kain yang diduga bertuliskan mantra dan kemenyan tersebut diketahui berada di lokasi satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat.
Atas penemuan ini, polisi akan mendatangkan sejumlah ahli di bidangnya untuk membantu proses pemeriksaan.
Dari beberapa hasil pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya, terungkap hal yang mengejutkan terkait kasus kematian ini.
Korban dengan nama Budianto disebut memiliki kecenderungan yang dominan terhadap sebuah ritual.
Bahkan, Budianto juga dianggap memiliki sikap terhadap ritual tertentu, yang melibatkan mantra dan kemenyan.
Baca Juga: Waduh! Sebanyak 131.193 Tenaga Honorer Dihapus dari Database Pendataan non ASN, Kamu Termasuk?
Memang masih belum diketahui pasti motif kematian tersebut, namun dari temuan yang diduga mantra dan kemenyan dapat ditarik benang merah keterkaitannya.
Kain bertuliskan mantra dan kemenyan diketahui memang identik digunakan sebagai bahan ritual tertentu.
Kombes Hengki Haryadi, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengungkap bahwa penyidik masih mendalami temuan tersebut.
Baca Juga: Sadis! Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo Gunakan 2 Senjata untuk Habisi Brigadir Yosua
“kami temukan fakta bahwa di TKP adanya dugaan mantra-mantra kemudian ada kemenyan kemudian termasuk tulisan-tulisan yang mensyaratkan adanya barang-barang tertentu dalam ritual-ritual ini,” kata Kombes Hengki Haryadi.
Sebelumnya, diketahui bahwa kasus kematian satu keluarga di Perumahan Citra Garden Kalideres Jakarta Barat ini masih terus dilakukan penyelidikan oleh Direktorat reserse kriminal umum Polda Metro Jaya.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa 28 saksi untuk menguak motif kematian dari kasus ini.***