Metropolitan

Terungkap! 3 Alasan Bharada E Bongkar Skenario Palsu Ferdy Sambo: Saya Dihantui

Oleh: Sulistiyaningsih Kamis 01 Des 2022, 07:56 WIB
Diluar Nalar! Richard Eliezer Ceritakan Kronologi Penembakan Brigadir J : Kuat Pegang Leher Yosua

AYOJAKARTA.COM - Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau biasa dikenal dengan sebutan Bharada E kembali blak-blakan bongkar skenario palsu yang yang dibuat oleh Ferdy Sambo.

Hal tersebut Bharada E sampaikan pada sidang lanjutan sebagai saksi silang dengan terdakwa lainnya yaitu Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Saat persidangan, oleh seorang Hakim Anggota yaitu Morgan Simanjuntak menanyakan alasan Bharada E mau mengungkap cerita sebenarnya terkait pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Baca Juga: Kocak! Richard Eliezer Ungkap Fakta Terbaru Susi ART Sambo Sampai Buat Audiens dan Kuat Maruf Tertawa

Bharada E mengungkapkan tiga alasan dirinya membongkar cerita sebenarnya dari kasus pembunuhan Brigadir J.

“Jadi selama dari tanggal 8, saya memang betul-betul dihantui mimpi buruk Yang Mulia,” ungkap Bharada E dalam persidangan.

Selama kurang lebih tiga minggu, Bharada E selalu mengalami mimpi buruk. Dalam mimpinya selalu didatangi oleh almarhum Brigadir J.

Selain itu, driver dari mantan Kadiv Propam ini merasa sangat bersalah kepada almarhum Brigadir J.

Baca Juga: Kesaksian Bharada E Panik Usai Ditelepon Putri Candrawathi, Ngebut dan Temukan Kuat Maruf Heboh: Tenang Om!

“Saya merasa tertekan Yang Mulia,” ungkap Bharada E dalam persidangan.

“Dan beruntungnya pada saat saya di bawah itu tidak ada komunikasi saya dengan FS lagi Yang Mulia,” kata mantan driver Ferdy Sambo.

“Jadi saya sudah lebih merasa lebih bisa untuk menceritakannya semuanya Yang Mulia,” tambahnya kemudian.

Bharada E merasa sudah lepas dari bayang-bayang dari mantan Kadiv Propam karena sudah tidak ada komunikasi lagi.

Baca Juga: Mendiang Yosua Masih Terus Hadir di Dalam Mimpi Bharada E alias Richard Eliezer

Saat ditanya siapa yang melarang komunikasi, Bharada E mengaku pada saat itu tidak bisa memakai HP.

Hakim mengatakan karena di dalam sidang ini yang dicari adalah fakta, dan alasan yang dikemukakan harus bisa diterima tidak boleh sembarang merubah.

Perlu diketahui, Bharada E sempat menuliskan keterangan secara tertulis untuk membeberkan peristiwa dan kronologi tewasnya Brigadir J untuk membongkar skenario palsu pembunuhan Brigadir J.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Dian Naren