Metropolitan

HIPMI Jaya Dorong Pengusaha Muda IPO BEI

Oleh: REDAKSI Kamis 01 Des 2022, 02:08 WIB

AYOJAKARTA.COM - BPD HIPMI Jaya bersama BPC HIPMI Jakarta Selatan mengadakan program Road To JAYA IPO: Lets Grow Big with IPO dengan menghadirkan narasumber ternama, Kamis 30 November 2022.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Indra Rukman mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anggotanya tentang IPO secara mendalam.

“Harapannya adanya kegiatan ini teman HIPMI Jaya bisa melek tentang IPO karena bursa saham itu kan awam bagi para pengusaha muda, makanya kita memberikan kegiatan ini agar bisa belajar IPO,” katanya.

Saat ini kata Indra 90 persen anggota HIPMI Jaya bergerak di bidang bisnis UMKM dan HIPMI Jaya mempunyai tujuan untuk membuat semua anggota tumbuh menjadi lebih besar. Salah satu upaya yang dilakukan HIPMI adalah dengan  memberikan edukasi tentang IPO.

Nantinya kata Indra pihaknya juga akan memberikan pendampingan kepada para anggota HIPMI Jaya agar masuk bursa saham IPO.

Targetnya, di tahun 2023 nanti akan ada perusahaan anggota HIPMI Jaya yang akan melaksanakan IPO melalui program ini.

Dalam acara ini, para pembicara mengupas tuntas pengetahuan dan strategi mengenai pengembangan perusahaan melalui IPO dan proses Go Public bagi perusahaan.

Sementara itu, Partnertship Koordinatir IDX Incubator BEI, Alan Fatih mengatakan saat ini banyak investor yang percaya dengan pengusaha muda hal ini karena tren CEO muda memang sedang naik.

“Investor mulai percaya anak muda, mereka sudah gak pandang anak muda sebelah mata, nyatanya founder unicorn sekarang rata rata anak muda semua,” katanya.

Selain itu yang utama kata Fatih untuk masuk bursa saham IPO pihaknya juga lebih mementingkan kepada Profitable perusahaan. 

“Kapability manajemennya juga kita lihat, untuk masuk ke bursa pun kalau memang storiesnya bagus profilnya bagus kenapa gak,” katanya.

Dia juga mengungkapkan saat ini tren papan perdagangan IPO merata di semua papan baik akselerasi, pengembangan maupun utama.

“Trennya sekarang hampir sama, banyak masuk pengembangan, utama dan akselerasi juga naik karena setiap tahun pertumbuhan perusahaan tercatat mulai naik jadi otomatis komposisi nya naik,” katanya.

Adapun pemateri yang hadir yakni partnershil koordinator IDX Incubator BEI Alan Fatih, Efendi Irawan selaku Direktur PT. Elit Sukses Sekuritas, Sathya Pras selaku Direktur Utama PT. Tradenologi Indonesia, Riky Boy H. Permata selaku Direktur PT. Trimegah Karya Pratama (UVCR).

Ketua Bidang II BPD HIPMI Jaya Andrew De Bratakusumah mengatakan, salah satu upaya untuk mengembangkan bisnis yang bisa dilakukan pelaku usaha adalah melalui penawaran sebagian saham perusahaan kepada publik atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dia menjelaskan go public bukan hanya sekedar meraih pendanaan dari pasar modal. Namun IPO akan mendorong para pelaku usaha untuk lebih memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik karena emiten diawasi oleh berbagai lembaga.

"Saat IPO atau go public nomor satu pasti berpikir bagimana mendapatkan modal. Tapi ternyata banyak hal selain modal, karena yang penting itu reputasi. Dengan IPO, kita diawasi oleh Bursa Efek, OJK dan banyak lembaga maka good corporate governance akan terbentuk," kata Andrew.

Menurutnya, banyak pengusaha yang belum memiliki pengetahuan yang holistik mengenai IPO, kelebihan, keuntungan atau konsekuensinya, serta proses dari IPO. Akibatnya, banyak pengusaha yang berakhir dengan kesimpulan bahwa go public tidaklah mudah.

Oleh sebab itu, HIPMI Jaya mengajak para pelaku usaha yang menjadi anggotanya untuk mempersiapkan diri menjadi perusahaan terbuka di pasar modal. Hingga tahun depan, Andrew berharap setidaknya ada satu anggota HIMPI Jaya bisa melantai di Bursa Efek Indonesia.

"BEI kan memberikan target enam bulan untuk mempersiapkan laporan keuangan (sebelum IPO). Misal mulai bulan ini, jadi nanti Januari sampai Juni bisa mulai administrasi dirapihkan dan insyaallah Juli bisa setor dokumen ke BEI dan akhir tahun (2023) bisa ada yang IPO," ujar Andrew.

HIPMI Jaya, kata dia, juga akan memfasilitasi perusahaan yang ingin IPO dengan memberikan edukasi dan sosialisasi. Dengan banyaknya pelaku usaha yang IPO ia juga berharap akan semakin memperkuat industri keuangan Indonesia guna mendukung perekonomian.

"Dengan IPO ke depannya kita punya company bisa lebih profesional karena kalau kita punya company lebih profesional lebih ber-value. Dengan value yang semakin tinggi, maka itu akan kembali ke kita sendiri dan para stakeholder-nya dan akan menjadi ekosistem baru yang lebih valueable," ungkapnya.

Andrew menuturkan dengan menjadi perusahaan publik manfaat yang di dapat bukan hanya sekedar mendapatkan dana segara saja.

"Tapi ternyata banyak hal selain modal, karena yang penting itu reputasi. Dengan IPO, kita diawasi oleh Bursa Efek, OJK dan banyak lembaga maka good corporate governance akan terbentuk," kata dia.

Reporter REDAKSI
Editor Dadi Haryadi