Metropolitan

Jadi Saksi Baru Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Tukang Jamu: Dia Pernah Minjem Duit Rp 50 Juta

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Kamis 17 Nov 2022, 11:36 WIB
Jadi Saksi Baru Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Tukang Jamu: Dia Pernah Minjem Duit Rp 50 Juta

AYOJAKARTA.COM - Spekulasi penyebab tewasnya satu keluarga di Kalideres Jakarta Barat kini bertambah.

Setelah masyarakat luas berpendapat bahwa kematian korban disebabkan oleh kelaparan dan terpapar sekte sesat.

Belakangan publik berasumsi bahwa tewasnya para korban terkait dengan kasus pembunuhan berencana.

Pasalnya pada TKP ditemukan bukti baru berupa bedak bayi dan juga kapur barus.

Hal ini dikuatkan dengan pendapat salah seorang Sosiolog yaitu Trubus Rahardiansyah.

Baca Juga: Kematian Sekeluarga di Kalideres Makin Penuh Misteri: Polisi Temukan Catatan, Begini Isinya

Dikutip ayojakarta.com dari akun YouTube tvOneNews pada Kamis (17/11/2022), Trubus menyimpulkan bahwa kemungkinan kematian satu keluarga ini disebabkan karena adanya pertengkaran untuk memperebutkan atau menguasai harta korban.

Trubus juga menambahkan bahwa kemungkinan tewasnya satu keluarga tersebut mengarah pada pembunuhan berencana karena terlihat sangat rapi dan sudah dipersiapkan.

Baru-baru ini muncul kesaksian dari seorang penjual jamu keliling disekitar perumahan milik korban berinisial R.

Baca Juga: Masih Misterius! 4 Teori Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Penganut Sekte Tertentu Hingga Gangguan Psikotik

Dikutip ayojakarta.com dari akun YouTube Kompas.com pada Kamis (17/11/2022), R mengaku pernah berkomunikasi dengan salah satu korban meninggal melalui pesan WhatsApp.

Tukang jamu tersebut mengatakan bahwa dirinya dimintai bantuan untuk meminjam uang oleh salah satu anggota keluarga sebesar Rp 50 juta melalui pesan WhatsApp.

R menceritakan bahwa alasan keluarga tersebut meminjam uang adalah akan digunakan untuk biaya operasi salah seorang kerabat.

"Dia pernah WA (WhatsApp) ke saya minjem duit Rp 50 juta buat operasi. Operasi apa saya enggak tahu," ucap R.

R juga menceritakan bahwa dirinya tidak heran dengan permintaan tersebut, hal ini dikarenakan korban telah menjadi langganan jamu R jauh sebelum pandemi Covid-19.

Hingga kini kasus ini masih didalami oleh pihak Kepolisian dengan cara mengumpulkan bukti-bukti yang ada di TKP dan juga meminta keterangan warga sekitar.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Fathul Amanah