Metropolitan

Cium Keanehan, Ibu Brigadir J Sebut Masih Ada Kejahatan yang Ditutupi antara Kuat Maruf dan Putri Candrawathi

Oleh: Cita Aryani. M Jumat 11 Nov 2022, 09:54 WIB
fakta Kuat Maruf

AYOJAKARTA.COM – Dalam persidangan ibunda dari Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak meminta Kuat Maruf untuk tidak mengikuti Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Pasalnya, permintaan maaf  dari Sambo dan Putri hanya sebatas di bibir saja.

Hal tersebut diungkapkan Rosti Simanjuntak saat hadir menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022). Rosti juga mengingatkan agar Kuat dan Ricky untuk jujur dalam memberikan pengakuan

Rosti juga menyebut bahwa Kuat Maruf skenario kalian sangat hebat menghabisi anak saya secara sadis.

“Kuat Maruf, skenario kalian sangat hebat, sangat luar biasa. Kalian mengetahui semua, bahkan menginginkan daripada kematian anakku. Jadi kamu sama atasanmu Ferdy Sambo dan Putri sama-sama luar biasa skenarionya,” kata Rosti saat mengungkapkan kekecewaannya dikutip dari kompastv, Jumat (11/11).

Baca Juga: Anne Ratna Mustika Ogah Damai Dengan Dedi Mulyadi, Ternyata Ini Alasannya

Kebohongan yang dibuat setelah Yosua dihabisi secara tidak wajar membuat Rosti semakin emosi dengan sikap mereka yang seolah-olah tak merasa bersalah atas kematian anaknya tersebut.

“Di sini kalian minta maaf, sesudah anakku hampir 5 bulan, tewas ditangan kalian semua. Sungguh luar biasa kalian sebagai manusia, yang memiliki hati nurani. Kita sama-sama ciptaan tuhan kok, tapi  kok baru sekarang ada kesadaran kamu meminta maaf kepada ibu Yosua yang sudah kalian bunut itu, ”ungkap Rosti seraya menangis ditengah persidangan.

Pasalnya Rosti juga menanyakan kejahatan apa yang masih ditutupi dalam kematian anaknya Yosua.

“Kejahatan apa yang kalian tutupi disini bersama atasanmu itu,”ujar Rosti saat bertanya

“Kejahatan apa yang kalian tutupi bersama atasanmu itu, sama PC mu itu,” tanya Rosti kembali.

Baca Juga: Cara Cek Penerima Set Top Box Gratis Wilayah Jabodetabek, Cek di Sini Apakah Anda Terdaftar?

Kemudian, Rosti mengatakan, Kuat dan Ricky tentu mengetahui skenario kejahatan yang sudah dirancang oleh Ferdy Sambo sebelumnya. Hanya saja, keduanya dinilai menutup-nutupi dan enggan menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya dalam persidangan.

“Jadi tolong jujur, kamu sudah mengatakan maaf tadi. Maaf tidak hanya ada di bibir. Ya. Maaf itu mohon pengampunan kepada tuhan,” jelas Rosti.

Ternyata selama ini ibunda Yosua mengalami trauma sangat dalam ketika Yosua dibunuh oleh Sambo CS. Lantas Rosti juga mempertanyakan apa hubungan Kuat dengan PC.

“Ada apa kamu dengan si Putri itu Kuat Maruf?,”tanya ibunda Yosua dengan penuh air mata.

Baca Juga: Fakta Putri Candrawathi Tak Tinggal Serumah dengan Ferdy Sambo, Semua Perlengkapan Dinas Disiapkan oleh Ajudan

“Ada apa?, siapa kamu di dalam itu, siapanya si Putri kamu. Sampai kamu mendesak mengatur si Putri. Saya orang kecil tidak diperbolehkan mengatur apalagi ini istri orang lain,” jelas Rosti.

Ibunda Yosua juga minta keadilan untuk anaknya karena masih ada skenario yang masih ditutupi dalam membunuh anaknya. Sebab apa yang kita tanam maka itu akan kita tuai.

Dalam perkara tersebut, terdakwa Richard, Ferdy Sambo, Putri, Kuat, dan Ricky dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana Subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau pidana mati. ***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Dian Naren