AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J memang banyak menyita perhatian publik.
Berbagai skenario untuk menutupi kesalahan terus dibuat, salah satunya adalah penyerangan terkait kepribadian Brigadir J.
Dimana kepribadian Brigadir J disebut memiliki sifat negatif, sehingga disinyalir dapat dimanfaatkan untuk penguatan alasan adanya pelecehan seksual sehingga terjadi pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Pada kesaksian Susi ART Ferdy Sambo sempat menyebutkan bahwa Brigadir Yosua memiliki sifat yang suka matah atau tempramental.
Baca Juga: Santai Saja di Dalam Tahanan, Nikita Mirzani Masih Sempat Belanja Bikini dengan Harga Fantastis
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews pada Kamis (10/11/22), membagikan informasi pandangan dari Psikolog Forensik terkait sifat Brigadir J yang dibuka dipersidangan.
Menurut Reza Indragiri Amriel, selaku Psikolog Forensik mengungkapkan seharusnya yang perlu digalih lebih dalam terkait profilnya adalah terdakwa utamanya.
Yakni Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, dimana keduanya merupakan terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Yosua.
“Pokoknya sesungguhnya sidang terdakwa Ferdy Sambo dan terdakwa Putri Candrawathi,
maka sesungguhnya profiling atau potret tentang sifat dan perilaku difokuskan pada dua orang terdakwa itu,” ujar Reza.
Baca Juga: Makin Ngawur! Ini Jawaban Susi saat Ditanya Soal Kata 'Siap' yang Sering Diucapkan di Persidangan
Namun jika yang menjadi tersangka adalah Nofriansyah Yosua Hutabara, maka barulah yang perlu didalami tentu Brigadir J.
“kecuali andaikan mendiang Brigadir Yosua adalah terdakwa maka pembuatan profiling dirinya menjadi sangat relevan dan bisa dipahami, tapi unik bahwa menyidangkan Brigadir Yosua tapi profiling yang diangkat justru tentang Brigadir Yosua,” ungkap Reza.
“Jadi Brigadir Yosua ini kita posisikan sebagai apa, karena dia bukan terdakwa karena dia bukan pelaku maka dia kita pandang sebagai korban,” tambahnya.
Untuk itu Reza Indragiri menyebutkan bahwa adanya konsekuensi tersebut.
“konsekuensinya segala hal terkait sifat dan perilaku mendiang Brigadir Yosua bisa kita katakan sebagai bahasan victim profiling, pembuatan profil tentang korban.” ujarnya.
Dengan adanya pembeberan tabiat tidak baik tersebut, dikhawatirkan pihak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi akan memanfaatkan momen ini.
Baca Juga: Mengenal La'eeb, Maskot Resmi Piala Dunia 2022 Qatar
“maka saya khawatir victim profiling ini akan berkesan beraroma, atau dimanfaatkan layaknya kriminal profiling jadi mendiang Brigadir Yosua ini diungkap sifat-sifat negatifnya untuk menunjukan bahwa seolah-olah dia punya kontribusi bagi terjadinya peristiwa naas tersebut,” ujarnya.
Selain itu Psikolog Forensik ini juga menghawatirkan adanya skenario yang akan dibangun kembali dengan memanfaatkan kesaksian ini.
“Jangan-jangan victim profiling beraroma kriminal profiling itulah yang sedang coba dibangun perlahan namun pasti untuk menunjukan bahwa mendiang Brigadir Yosua memang memiliki tabiat yang buruk,” ujarnya. ***