Metropolitan

Brigadir J Terlihat Masih Hidup di CCTV, Padahal Dikabarkan Sudah Dieksekusi, Anak Buah Ferdy Sambo Gemetaran

Oleh: Admin Sabtu 29 Okt 2022, 16:08 WIB
Geger! Penampakan Brigadir J Masih Hidup di CCTV, Anak Buah Ferdy Sambo Gemetar Ketakutan

AYOJAKARTA.COM - Terdapat momen unik ketika Jaksa Penuntut Umum menampilkan rekaman CCTV yang menunjukkan Brigadir J masih hidup.

Rekaman CCTV yang ditayangkan tersebut berasal dari rumah Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Tampilan CCTV tersebut sengaja ditunjukkan kepada sekuriti Kompleks Polri Duren Tiga, Abdul Zapar dan Marjuki, dalam sidang untuk terdakwa Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria.

Dalam gambar tersebut terlihat ketika Brigadir J nampak berdiri di taman rumah dinas Ferdy Sambo dengan mengenakan kaus putih, persis dengan apa yang sebelumnya digunakan Brigadir J sebelum dieksekusi.

Baca Juga: Obat Gagal Ginjal Akut Gratis Sudah Tiba di Indonesia, Ada 200 dalam Bentuk Vial

Di tangkapan CCTV yang diuggah Youtube tvOneNews itu tertulis '08 07 2022' dan 17:12 :03 yang artinya 8 Juli 2022 pukul 17.12 WIB. Sosok Yosua diberi lingkaran warna merah oleh jaksa.

Gambaran Brigadir J yang terlihat jelas itu membuat anak buah Ferdy Sambo, AKBP Arif Rachman Arifin, gemetaran. Hal itu diketahui dalam dakwaan untuk Brigjen Hendra Kurniawan.

Arif disebut gemetaran gara-gara melihat peristiwa yang tak sesuai dengan penjelasan pihak kepolisian saat itu.

Baca Juga: Breaking News! Gilang Juragan 99 Mundur dari Arema FC, Ini Alasannya

Aditya mengatakan, dalam rekaman itu, terlihat Yosua masih hidup saat Ferdy Sambo datang. Berbeda dengan kesaksian lainnya, padahal awalnya Yosua disebut sudah tewas akibat tembak-menembak, barulah kemudian Sambo datang.

"Itu kejadian di mana pembunuhan Brigadir Yosua terjadi. Di situ diperlihatkan pada saat kedatangan Ibu PC, pada saat kedatangan Ferdy Sambo, sampai dilihatkan Yosua masih ada, masih terlihat di rekaman video itu pada saat Ferdy Sambo sampai di lokasi," ujar Aditya saat bersaksi. ***

Reporter Admin
Editor Dian Naren