AYOJAKARTA.COM - Setelah Presiden Joko Widodo memberi instruksi penunjukan Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta, masyarakat kini menyoroti rangkap jabatan yang diduduki oleh Heru Budi Hartono.
Pasalnya Heru diketahui telah menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden.
Penunjukan Heru itu lantas menjadi fenomena tersendiri di akhir masa jabatan Presiden Jokowi.
Baca Juga: Inilah Profil Heru Budi Hartono Pengganti Anies Baswedan, Punya Jejak Karier Mumpuni
Dalam tugasnya sebagai Kepala Sekretariat Presiden, Heru akan dibantu oleh kedua deputinya yang bertindak sebagai Pelaksana Harian atau Plh, selagi dirinya juga menjabat sebagai PJ Gubernur DKI.
Pelaksana Harian itu di antaranya adalah Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden Bey Triadi Machmudin dan Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana, Rika Kiswardani.
Diketahui alasan Jokowi menunjuk Heru sebagai PJ Gubernur DKI karena telah mengenal dan mengetahui kinerja serta rekam jejaknya selama ini.
Hal itulah yang kemudian menjadikan Jokowi memilih Heru.
"Saya kan sudah kenal Pak Heru lama sekali, sejak (saya) jadi apa, wali kota di DKI, kemudian waktu memegang badan keuangan saya tahu betul rekam jejak (Heru) secara bekerja, kapasitas, kemampuan, saya tahu semuanya," kata Jokowi dikutip AyoJakarta.com dari Republika.co.id pada Kamis(20/10/2022).
Baca Juga: Heru Budi Hartono Agama-Partai, Ini Profil Sang Pengganti Anies Tangani Jakarta
Menurut Jokowi, Heru memiliki kemampuan dalam komunikasi yang baik dengan siapapun.
Jokowi berharap akan ada percepatan-percepatan berkaitan dengan tata ruang DKI Jakarta.
Berbeda dengan pendapat para pengamat yang menilai bahwa kapasitas Heru masih di bawah Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai Heru terpilih karena adanya kedekatan dirinya dengan Presiden Jokowi.
Ia berpendapat bahwa Marulla atau Bahtiar seharusnya lebih dipertimbangkan karena dinilai lebih mumpuni dan kredibel dalam memimpin Jakarta.
"Bahkan Bahtiar dinilai banyak pihak jauh lebih mumpuni dan dimungkinkan lebih independen. Karena itu, Bahtiar terkesan lebih dapat diterima baik oleh partai politik maupun berbagai elemen masyarakat Jakarta," ujarnya.
Baca Juga: Profil Heru Budi Hartono, Pejabat Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan
Diketahui bahwa Heru bersama Bahtiar dan Marulla adalah kandidat-kandidat dalam pemilihan PJ Gubernur Jakarta, sebelum Presiden Jokowi kemudian memilih Heru sebagai PJ Gubernur Jakarta dan menyisihkan dua kandidat lainnya.
Sebagai informasi bahwa Marulla merupakan Sekda DKI Jakarta dan Bahtiar adalah Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.
Terpilihnya Heru tersebut lantas membuat pengamat politik Esa Unggul meragukan independensi dari Heru.
"Karena itu, banyak pihak akan meragukan independensi Heru. Keraguan itu setidaknya pada pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2024," katanya.
Kapasitas Heru yang dinilai masih di bawah Anies itu menurutnya dapat membuat masyarakat Jakarta menjadi ragu atas kepemimpinannya.***