AYOJAKARTA.COM - Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan apa yang menjadi simpulannya dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Baru-baru ini, Kamaruddin menjadi bintang tamu dalam podcast Uya Kuya.
Disana dia menyebutkan jika ada skenario tentang baju seksi Putri Candrawathi sesaat sebelum membunuh Brigadir J.
Seperti apa skenario yang diungkap oleh Kamaruddin Simanjuntak? simak di sini ya.
Baca Juga: Dihipnotis Uya Kuya, Rizky Billar Beberkan Kelakuan Lesti Kejora yang Sesungguhnya: Merasakan Beban
Pengacara Brigadir J tersebut mengungkapkan jika pakaian seksi itu menyerupai pakaian tidur yang tingginya di atas lutut.
Pakaian tersebut digunakan Putri ketika akan kembali ke rumah Duren Tiga.
Menurutnya, Putri saat itu kembali dari Magelang dengan celana panjang hitam.
Pakaian yang sama terlihat dipakai Putri sesaat sebelum Brigadir J dibunuh.
"Di sana nggak sampai beberapa menit, balik-balik dia pakai baju seksi, yaitu baju semi piyama dengan celana di atas lutut," terang Kamaruddin dikutip dari Ayo Semarang dengan judul 'Kisah Baju Minim Putri Candrawathi, Kamaruddin Simanjuntak Bilang Begini'
"Artinya begitu dibunuh di sana, dia mengganti baju untuk mengikuti skenario dia diperkosa karena pakai baju minim," sambungnya.
Baca Juga: Hotma Sitompul Balas Sindiran Hotman Paris: Jangan Cari Pengacara yang...
Hal inilah yang membuat Kamaruddin meyakini Putri mengetahui sekaligus mengikuti skenario yang dibuat oleh suaminya.
"Jadi skenario itu diduga disusun bersama-sama oleh Putri dan Ferdy Sambo. Artinya Putri terlibat, merancang dan melakoni, yaitu merancang pembunuhan dan memakai baju yang minim, supaya cocok dengan skenario memakai baju yang minim di kamar," tutur Kamaruddin.
Hal ini sesuai pula dengan skenario pertama yang dibuat oleh kubu Ferdy Sambo.
Termasuk skenario bahwa Brigadir J diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi, yang menjadi pemicu korban kemudian dihabisi nyawanya.
Baca Juga: Tak Main-Main, Bunda Corla akan Melakukan Hal ini Kepada Sosok Lelaki Seperti Billar!
Namun, kemudian terungkap pula bahwa skenario ini hanya buatan Sambo.
Kubu Sambo kemudian mengganti skenario pelecehan seksual pemicu eksekusi Brigadir J terjadi di rumah Magelang, sementara skenario baku tembak disebut demi melindungi Bharada E.
Ferdy Sambo Sebut Putri Candrawathi Tak Bersalah
Dalam pernyataannya pasca dilimpahkan secara resmi ke Kejaksaan Agung, Ferdy Sambo sempat menyampaikan beberapa hal.
Mulai dari permintaan maaf dan penyesalannya atas pembunuhan yang terjadi, hingga menegaskan istrinya tak bersalah.
Baca Juga: Bajunya Dibuka Paksa hingga Dicium oleh Emak-emak, Dedi Mulyadi: Tapi Aku Suka!
"Saya sangat menyesal," tegas Sambo sebelum ia dibawa masuk ke dalam kendaraan taktis di Kejagung, Rabu, 5 Oktober 2022.
"Saya lakukan ini karena kecintaan saya kepada istri saya. Saya tidak tahu bahasa apa yang dapat mengungkapkan perasaaan, emosi, dan amarah akibat peristiwa yang terjadi di Magelang. Kabar yang saya terima sangat menghancurkan hati saya," sambungnya.
Sambo mengaku sangat emosional setelah mendegar kabar dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh istrinya di Magelang hingga tega mengeksekusi ajudannya sendiri.
Karena itulah Sambo menambahkan bahwa Putri Candrawathi tidak bersalah dalam peristiwa ini.
"Saya siap menjalani proses hukum, istri saya tidak bersalah, tidak melakukan apa-apa dan justru menjadi korban," ujar Ferdy Sambo saat berusaha membela Putri Candrawathi.***