AYOJAKARTA.COM – Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J oleh tersangka Ferdy Sambo sampai saat ini masih belum menemukan titik terang.
Alvin Lim mengungkapkan fakta baru berkaitan dengan kasus yang menyeret nama mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo.
Hal tersebut ia sampaikan melalui kanal YouTube Uya Kuya TV dalam video yang baru-baru ini diunggah.
Ia mengatakan bahwa tragedi mengenaskan yang memakan ratusan nyawa di Stadion Kanjuruhan bisa terjadi karena didalangi oleh Konsorsium 303.
Iya menduga bahwa sebenarnya Ketua PSSI dan Kapolda Jatim sudah tahu bahwa kejadian di Stadion Kanjuruhan akan terjadi.
Baca Juga: Rizky Billar Ditahan Buntut Kasus KDRT Terhadap Lesti, Penjara 5 Tahun Menghantui
“Jadi gini ya, 303 itu seperti kita tau, PSSI ketuanya kan Iwan Bule. Dugaan kami, Iwan Bule ini udah tau, Kapolda udah tau,” jelasnya kepada Uya Kuya.
Ia mengatakan bahwa surat pengajuan pertandingan yang diberikan oleh pihak arema seharusnya sudah diketahui oleh ketua PSSI dan Kapolda Jatim.
“Pas dapet suratnya, itu minta agar dimajukan sore hari. Tembusannya ke Ketua PSSI dan ke Kapolda Jawa Timur,” ucap Alvin.
“Tapi mereka tidak melakukan itu, fatalnya lagi mereka menyemprotkan gas air mata,” tambahnya.
“Udah dikasih tau ke atas, dari atas (PSSI) ditolak,” tambahnya sekali lagi.
Baca Juga: Catatan Ferdy Sambo dalam Buku Hitam saat di Kejaksaan Agung Jadi Sorotan, Apa Isinya?
Kemudian, ia memberikan opini bahwa ada dugaan terjadinya skenario pada tragedi Kanjuruhan yang memakan banyak korban tersebut.
“Ini opini umum saya, ada dugaan skenario di sini,” ucap Alvin.
Ia menduga bahwa tragedi di Stadion Kanjuruhan dibuat untuk mengalihkan perhatian dari kasus pembunuhan terhadap Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan isu Konsorsium 303.
“303 sama kasus Sambo ini terlalu panas. Kalo ngga dikalemin, mereka (303 dan Sambo) untuk lepas sulit,” jelasnya.
“Ferdy Sambo ini kan selama ini udah banyak nolong 303. Selama dia (Ferdy Sambo) jadi Kadiv Propam, 303 kan aman ngga ada yang nyentuh,” tambahnya.
Baca Juga: Kuasa Hukum Bongkar ‘Kejutan’ Yang Akan Disampaikan Richard Eliezer Dalam Persidangan Nanti
“Hubungannya dengan Kanjuruhan ini menurut saya mereka mau shifting perhatian, Cuma mungkin mereka ngga nyangka korbannya besar,” tambahnya lagi.
Ia kemudian menegaskan bahwa ini merupakan opininya, menurutnya cukup aneh bagaimana tragedi di Stadion Kanjuruhan ini bisa terjadi.
“Opini umum saya begitu. Karena pintunya ditutup, bagaimana bisa pertandingannya sudah selesai ditutup (pintunya),” kata Alvin kepada Uya.
“Ketika ditembaki gas air mata, terjadilah kepanikan. Seharusnya mereka (polisi) tau, itu udah rules FIFA,” Alvin mengungkapkan keheranannya.
Ia kemudian menyampaikan bahwa Ketua PSSI dan Kapolda Jatim seharusnya ikut diperiksa atas insiden di Stadion Kanjuruhan tersebut.
“Sengaja dilemparin gas air mata. Ini wajib diperiksa ketum PSSI sama Kapolda Jatim,” kata dia.
Baca Juga: Remake Mourning Grave, Film Kalian Pantas Mati Dianggap Lebih Baik dari Versi Aslinya
Alvin mengungkapkan bahwa ada dugaan bahwa ketua PSSI dan Kapolda Jatim masuk ke dalam Konsorsium 303.
“Karena mereka masuk Konsorsium 303 (Kapolda Jatim dan Ketum PSSI). Ketum PSSI ini kita sudah tau kedekatan beliau dengan JHL lah, ini dugaan karena dekat,” ujarnya.
“Sedangkan Nico Afinta namanya ada di bagan yang beredar tentang Konsorsium 303,” tambah Alvin.
Alvin kemudian mempertanyakan sikap Kapolri terhadap tragedi Kanjuruhan ini karena tidak ikut memeriksa Kapolda Jatim dan Ketua PSSI.
“Saya ngga tau apakah terlalu baik (Kapolri) atau ngga punya wibawa. Kapoldanya aja ngga diperiksa,” kata Alvin.
“Saya ngga bilang Iwan Bule sama Nico Afinta itu pasti bersalah loh, setidaknya diperiksa,” pungkasnya. ***