AYOJAKARTA.COM - Tersangka pembunuhan Brigadir J sudah resmi mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung pada Rabu (5/10/2022), termasuk tersangka utamanya, Ferdy Sambo.
Mantan Kadiv Propam Polri itu meminta maaf atas kejahatan yang telah dilakukannya hingga menegaskan sang istri, Putri Candrawathi, tidak bersalah.
Menurut seorang dosen dengan akun Youtube Anjas Asmara menuturkan di sinilah titik balik Ferdy Sambo membuka liarnya Putri Candrawathi dan Brigadir J karena tak terima terus-terusan dihina oleh media.
Saat akan masuk ke mobil, Ferdy Sambo mengatakan begini "saya lakukan semua ini karena kecintaan saya kepada istri saya".
Baca Juga: Indra Kenz Dituntut 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar, Netizen Sentil Kasus Korupsi
"Kabar yang saya terima sangat menyakitkan hati saya. Saya sangat menyesal sangat emosi saat itu", ujar Ferdy menambahkan.
Terlebih pernyataan Ferdy terkesan tidak bersalah dan membela dirinya serta keluarganya.
"Istri saya tidak bersalah dan tidak melakukan apa-apa, justru menjadi korban".
Menurut Anjas, ini adalah senjata terakhir yang digunakan Ferdy Sambo untuk berharap mendapatkan simpati hingga menjadikan Putri sebagai tameng.
Permintaan maafnya inilah yang kemudian dianalisis oleh sejumlah pakar, termasuk Ahli Forensik, Handoko Gani. Lewat wawancaranya di program Kompas Petang, Handoko dengan telak menegaskan Sambo yang telah dilucuti kekuasaannya ini masih sama seperti Sambo sebelumnya.
Baca Juga: Tak Terima Dihina di Media, Ferdy Sambo Buka Liarnya Brigadir J dan Putri Candrawathi di Magelang
Pasalnya, menurut Handoko, Sambo masih tetap selaras dengan keyakinan bahwa pembunuhan yang dilakukannya sudah benar.
"Apa yang disampaikan ini sebetulnya masih selaras dengan apa yang disampaikan pertama kali, beliau ini masih menggunakan kebenaran (dalam menilai) tindakan yang beliau lakukan," tutur Handoko, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (6/10/2022). ***