Metropolitan

Refly Harun Jawab Isu Perselingkuhan Putri Candrawathi dan Om Kuat, Begini Katanya

Oleh: Redaksi Selasa 13 Sep 2022, 18:38 WIB
Kuat Putri

AYOJAKARTA.COM - Kabar soal hubungan Putri Candrawathi dan sopirnya, Kuat Maruf semakin kencang.

Seperti yang diketahui sebelumnya, isu perselingkuhan ini dibongkar oleh mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara.

Belakangan, terkuak besaran gaji Kuat Ma'ruf yang dinilai fantastis sebagai seorang sopir, yakni berkisar Rp7 juta-Rp10 juta per bulan.

Selain nilai gaji yang cukup besar, Kuat Ma'ruf juga disebut-sebut sebagai sosok kepercayaan Ferdy Sambo.

Kuat Ma'ruf bahkan memiliki pengaruh kuat dibandingkan dengan ajudan Ferdy Sambo yang lain.

Berdasarkan spekulasi yang beredar, laporan Kuat Ma'ruf kepada Ferdy Sambo lah yang menjadi cikal bakal pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Baca Juga: Putri Candrawathi Bongkar Posisi dan Gayanya Setelah Dilempar Brigadir J: di Atas Tumpukan Baju Kotor

Kala itu, Kuat Ma'ruf disebut melaporkan kedekatan antara Brigadir J dengan Putri Candrawathi kepada Ferdy Sambo ketika berada di Magelang, Jawa Tengah.

Saat ini Kuat Ma'ruf telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J bersama empat orang lainnya.

Mereka adalah Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Menanggapi hal ini, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menilai besaran gaji Kuat Ma'ruf memperkuat hubungan spesial di antara keduanya.

"Jadi memang agak memunculkan spekulasi kalau ada hubungan terlarang antara Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi," kata Refly Harun.

"Tapi itu adalah sebuah spekulasi yang tidak bisa dibantah, tapi tidak juga dibenarkan karena tidak ada pernyataan atau kesaksian yang tidak membantah," sambungnya.

Baca Juga: Kembali Berulah, Bjorka Bongkar Nama-nama Dibalik Kasus Rekayasa Ferdy Sambo yang Selama Ini Ditutupi

Menurut Refly Harun, spekulasi ini sama dengan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada istri Ferdy Sambo itu.

Karenanya, ia mengatakan bahwa spekulasi hubungan terlarang antara Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf tidak dapat dibantah.

"Kita harus pahami soal psikologi, ada orang yang sekadar hubungan intim saja, tetapi tidak bicara tentang hubungan jangka panjang, apalagi untuk menggantungkan hidup misalnya," ujarnya.

"Atau soal-soal psikologi (merasa) ditinggalkan, soal kenyamanan, dan lain sebagainya," kata Refly Harun menambahkan.

Meski demikian, mantan Staf Ahli Mahkamah Konstitusi itu menegaskan bahwa perselingkuhan di antaranya hanyalah spekulasi.

Oleh sebab itu, menurutnya yang paling mudah adalah spekulasi perselingkuhan tersebut harus dikemukakan ke publik, sama seperti dugaan pelecehan seksual oleh Brigadir J.

"Jadi kenapa spekulasi? Karena memang tidak ada orang yang melihat langsung kejadiannya kecuali katanya-katanya saksi dan itu pun kejadiannya sifatnya post factum dan tidak ada visum et repertum bahwa terjadi kekerasan seksual," ucapnya, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Selasa, 13 September 2022.

Baca Juga: Ramalan Tarot Besok Rabu 14 September 2022: Virgo Jangan Cepat Menyerah, Aquarius Rajinlah Berlatih

Refly Harun menilai, kurangnya bukti terhadap kasus ini memunculkan spekulasi lain di tengah masyarakat.

"Makanya kemudian ada spekulasi lagi lainnya bahwa kasus ini sengaja dilokalisir ke motif-motif domestik. Entah itu soal Kuat vs Candrawathi atau Brigadir J vs Candrawathi atau Sambo vs Brigadir J atau Sambo vs AKP Rita Yuliana," tuturnya, dikutip Teras Gorontalo dari Seputar Tangsel dengan judul: Isu Perselingkuhan Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf Diperkuat Hal Ini, Refly Harun: Sekadar Hubungan Intim…

Ia menegaskan, kasus pembunuhan Brigadir J terus berputar-putar di motif domestik meski kejadian utama sudah jelas konturnya.

Menurut Refly Harun, saat ini pihak Kepolisian hanya tinggal menentukan apakah Ferdy Sambo membunuh langsung Brigadir J atau hanya memerintahkan tersangka lain.

Pasalnya, saat ini hal tersebut belum dapat dipastikan karena adanya beda keterangan antara Ferdy Sambo dan Bharada E soal kronologi penembakan.

"Spekulasi-spekulasi itu masih berputar di antara itu saja dan kita hampir kehilangan momentum untuk memperbaiki Kepolisian yang ternyata carut marutnya begitu luar biasanya dengan kasus-kasus ini," ucap Refly Harun. (H Prastya/Seputar Tangsel)

Reporter Redaksi
Editor Dian Naren