AYOJAKARTA.COM - Seorang hacker bernama Bjorka mengungkapkan tabir di balik kasus pembunuhan Munir melalui tulisan yang dibuatnya, Minggu, 11 September 2022.
Lebih lanjut, Bjorka menjelaskan tentang siapa sosok Muchdi Purwopranjono dan bercerita tentang kronologi dan latar belakang dari pembunuhan seorang aktivis HAM bernama Munir tersebut.
Namun, sebenarnya siapa sosok Muchdi Purwopranjono? Mengapa ia harus membunuh Munir? Inilah penjelasannya menurut Bjorka!
Dalam utas yang dibagikan Bjorka di media sosial, nama Mayjen TNI Muchdi Purwopranjono dituding sebagai dalang pembunuhan Munir.
Dalam keterangan versi Bjorka, disebutkan Munir membuka informasi mengenai Muchdi Purwopranjono yang terlibat dalam kasus penculikan 13 aktivis mahasiswa pada era 1997 hingga 1998.
Kala itu, Muchdi Purwopranjono masih menjabat Komandan Jenderal (Danjen) Pasukan Khusus Kopassus yang juga bagian dari tim mawar.
Lalu siapa Muchdi Purwopranjono yang diduga Bjorka menjadi dalang pembunuhan Munir?
Latar Belakang
Muchdi Purwopranjono lahir 15 April 1949 di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan saat ini berusia 73 tahun.
Dalam karier militernya, Muchdi Purwopranjono terkenal sangat cemerlang. Lulus AKABRI pada 1970.
Tak hanya lulusan AKABRI, diketahui Muchdi Purwopranjono pun mengenyam berbagai pendidikan untuk menunjang karir militernya sepertiSesarcab Infateri, Komando, Dikplapa I dan II, dan Seskoad.
Baca Juga: PA 212 Bakal Geruduk Istana Gelar Demo Tolak Kenaikan BBM Hari Ini, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya
Dia pun melanjutkan pendidikan sipil di Untar pada 1985 untuk kemundian melanjutkan pendidikan militer di Sesko pada 1987.
Karier Militer yang Cemerlang
Berbagai jabatan militer penting pernah dipegang oleh purnawirawan militer ini diantaranya:
Komandan Peleton Taruna (1971—1972)
Komandan Peleton Parako (1972—1974)
Komandan Kompi Parako (1974—1979)
Komandan Karsa Yudha (1979—1988)
Komandan Kodim 1701/Jayapura (1988—1995)
Kepala Staf Korem 173/Praja Vira Braja (1993—1995)
Komandan Korem 042/Garuda Putih (1995—1996)
Kasdam V/Brawijawa (1996—1997)
Asops Kasdam IX/Udayana (1997)
Pangdam VI/Tanjung Pura (1997—1998)
Danjen Kopassus (1998—1999)
Baca Juga: Kronologi Pembunuhan Munir Dibocorkan Bjorka, Megawati Ikut Terseret? Begini Faktanya
Karier Militer Terhenti Diduga karena Kasus Munir
Mayjen TNI Muchdi Purwopranjono sukses menggantikan Letjen TNI Prabowo Subianto yang diberhentikan sebagai Danjen Kopassus akibat skandal dugaan upaya kudeta Presiden BJ Habibi kala itu.
Namun, karirnya berjalan singkat karena nama sang Jenderal terseret dalam kasus penculikan 13 aktivis mahasiswa pada era demonstrasi refirmasi 1997 hingga 1998.
Akibatnya, Mayjen TNI Muchdi Purwopranjono diberhentikan dan dimutasi ke Perwira Tinggi (Pati) Mabes TNI pada 1999 hingga 2001.
Pada era pemerintahan Megawati, Muchdi Purwopranjono diangkat menjadi Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) mendampingin A.M Hendropriyono yang baru saja dilantik di Kabinet Gotong Royong bentukan Megawati.
Tercatat, Mayjen TNI Purwopranjono menjadi Deputi BIN V selama 4 tahun dari 2001 hingga 2005. Saat ini dia tengah menjadi ketua Partai Berkarya bentukan Tommy Soeharto.***