AYOJAKARTA.COM - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarty menyebutkan Irjen Pol. Ferdy Sambo lebih tepat mendapatkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau pemecatan sebagai anggota Polri.
Menurut Kompolnas, Sambo tidak tepat jika diberhentikan karena alasan mengundurkan diri.
Kita lihat sidang kode etik hari ini. Kalau membaca Pasal 111 ayat (2) Perpol 7 Tahun 2022, untuk FS lebih tepat digelar sidang kode etik yang menjatuhkan hukuman PTDH, bukan dia mengundurkan diri," kata Poengky dikutip dari Republika.
Dalam Pasal 111 ayat (1) menyebutkan terhadap terduga pelanggar Kode Etik Profesi Polri (KEPP) yang diancam dengan sanksi PTDH diberikan kesempatan untuk mengajukan pengunduran diri dari dinas Polri atas dasar pertimbangan tertentu sebelum pelaksanaan sidang KKEP.
Pada Pasal 111 ayat (2) menjelaskan bahwa kesempatan untuk mengajukan pengunduran diri yang boleh dengan pertimbangan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi terduga pelanggar memiliki masa dinas paling sedikit 20 tahun, memiliki prestasi, kinerja yang baik, dan berjasa kepada Polri, bangsa dan negara sebelum melakukan pelanggaran, dan tidak melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun."Pasal 111 ayat (2) sifatnya komulatif.
"Jadi, meski huruf a dan b mungkin terpenuhi, dengan kumulatif yang ditandai dengan /dan/maka c juga harus dilihat, dan ternyata tidak terpenuhi karena sangkaan terhadap FS ancaman maksimalnya mati," kata Poengky menerangkan.
Adapun Ferdy Sambo termasuk dalam kategori pelanggaran berat, sebagaimana diatur dalam Pasal 17 ayat (3) menjelaskan bahwa pelanggaran KEPP kategori berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b angka 3, dengan kriteria, dilakukan dengan sengaja dan terdapat kepentingan pribadi dan/atau pihak lain, adanya pemufakatan jahat, berdampak terhadap keluarga, masyarakat, institusi dan/atau negara yang menimbulkan akibat hukum.
Selain itu, menjadi perhatian publik; dan/atau melakukan tindak pidana dan telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum tetap.
Diketahui bahwa mantan Kadiv Propam Polri itu telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Kapolri.Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan KomisiIII DPR RI di Gedung Parlemen, Rabu (24/8/2022).
Baca Juga: Viral Gegara Aniaya Seorang Wanita di SPBU, Anggota DPRD Jadi Tersangka dan Kini Dipecat Gerindra
Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, Polri mempersilakan Ferdy Sambo untuk mengajukan pengunduran diri. Akan tetapi, keputusannya ditentukan oleh Komisi Etik Profesi Polri."Ya, enggak apa-apa (ajukan surat pengunduran diri) silakan. Nanti 'kan yang paling memutuskan dari sidang putusan sidang, bukan mengacu pada surat itu," kata Dedi.
Hingga berita ini diturunkan, sidang kode etik Ferdy Sambo masih berlangsung secara tertutup.Sidang dipimpin oleh Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Ahmad Dafiri yang dihadiri oleh Ferdy Sambo dan lima saksi.
Kelima saksi yang dimaksud Brigjen Pol. Hendra Kurniawan(mantan Karopaminal), Brigjen Pol.Benny Ali (mantanKaroprovost), Kombes Pol Budhi Herdi(Kapolres Jakarta Selatan nonaktif), Kombes Pol. Agus Nurpatria (mantanKaden A Biro Paminal), dan Kombes Pol. Susanto(mantan Kabag Gakkum Roprovost Divpropam).
Dikabarkan sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan bahwa ada surat pengunduran diri Irjen Ferdy Sambo dari Polri.
Usai drama panjang pembunuhan Brigadir J yang menjadikan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka, akhirnya sang jenderal polisi bintang dua itu mengundurkan diri sebagai anggota Polri.
Skenario pembunuhan berencana itu tidak hanya melibatkan Sambo dan keluarga, ironisnya sejumlah pejabat polisi juga diduga ikut terlibat dan beberapa di antaranya ada yang bertugas di luar Jakarta.
Beratnya tuntutan hukuman yang akan diterima Sambo membuatnya harus bertemu dengan sejumlah sidang, salah satunya sidang kode etik yang dalam waktu dekat diselenggarakan.
Baca Juga: Gempa Besar Magnitudo 8,9 Berpotensi Terjadi di Bengkulu, Ini Alasanya
Sehingga, diterimanya surat Ferdy Sambo yang berisi pengunduran diri dari Polri akan kembali dipertimbangkan mengingat masih ada sidang yang harus ia jalani.
“Karena memang ada aturan-aturan,” ungkap Sigit di Kompleks Senayan, Jakarta, pada Rabu, 24 Agustus 2022.
“Ya suratnya ada. Tapi tentunya kemudian dihitung apakah itu bisa diproses atau tidak,” sambungnya, dikutip dari Suara.com pada Kamis, 25 Agustus 2022.
Telah dipastikan jika pelaksanaan sidang kode etik terhadap mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo itu akan digelar Kamis, 25 Agustus 2022 dan dilaksanakan secara marathon, mulai sejak pagi.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kadiv Humas Irjen Dedi Prasetyo dan kabarnya akan dipimpin langsung oleh Kabaintelkam Komjen Ahmad Dofiri.
Namun, Dedi belum bisa memastikan apakah sidang tersebut dapat disaksikan secara terbuka atau tertutup.
Ketentuan tersebut akan diputuskan langsung oleh komisi sidang sekaligus merekalah yang berwenang untuk memecat Ferdy Sambo dari kepolisian atau tidak melalui hasil kebijakan sidang kode etik Kamis ini.***