Metropolitan

Deddy Terkejut, Mahfud MD Bongkar Jebakan Psikologis dalam Kasus Rekayasa Ferdy Sambo: Tidak Banyak yang Tau

Oleh: Admin Sabtu 13 Agu 2022, 09:33 WIB
Mahfud Sambo

AYOJAKARTA.COM - Dalam podcast Deddy Corbuzier, mendatangkan narasumber Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Dalam podcast tersebut, Mahfud MD sengaja didatangkan untuk membahas isu yang sedang ramai yakni skenario Ferdy Sambo hingga membunuh Brigadir J.

"Pak, ini heboh polisi tembak-tembakan sama polisi, tapi yang mati CCTV," kata Deddy Corbuzier mengawali pembicaraan di kanal YouTubenya, Jumat (12/8/2022).

Mahfud MD tanpa ragu menyebut fakta mencengangkan. Sebelum Ferdy Sambo ditetapkan tersangka, ia menyebut ada 'jebakan psikologi'.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Ceraikan Sabrina Chairunnisa Jika Gemuk Suatu Hari Nanti, Ini Alasannya

"Tidak banyak yang tahu kalau (ada) jebakan psikologi kepada orang-orang tertentu untuk mendukung tembak menembak," kata Mahfud MD.

 Baca Juga: Amalan Gus Baha, Baca Satu Kali Setara Dzikir Sepanjang Malam: Semua Hajat Terkabul

Selanjutnya dia menceritakan kalau Ferdy Sambo sempat menangis-nangis di depan Kompolnas. Ia mengatakan jadi sosok yang teraniaya.

"Huhuhu saya teraniaya, saya terhina, saya dizalimi. Nangis, nangis gitu aja," cerita Mahfud MD.

Dari tingkah Ferdy Sambo, Mahfud MD meyakini, apa yang dilakukan sang mantan Kadiv Propam untuk mendapat simpati.

"Berati ini ada upaya pengkondisian psikologi, agar ada yang membela dan menyatakan itu terzolimi. Itu benar kan, kompolnas, Komnas HAM langsung bilang, tapi itu semula," ujar Mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan, bukan hanya mereka, tapi kenalan Deddy Corbuzier juga ikut simpati. Sayang, ucapan sang menteri disensor.

"Teman anda juga, orang terkenal. namanya (disensor)," kata Mahfud MD.

Baca Juga: Ramalan Weton 13 Agustus 2022: Waspada Akan Sakit Hati

Mahfud menambahkan, ada beberapa anggota DPR yang diduga turut dihubungi Ferdy Sambo. Namun saat dikonfirmasi, tidak bisa dihubungi.

“Saat saya telepon, tidak diangkat,” ujarnya.

Saat ini, Polri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J di kediaman dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.

Di antaranya adalah Irjen Pol Ferdy Sambo (FS), Bharada Richard Eliezer (RE), Brigadir Ricky Rizal (RR) dan Kuat Ma'ruf (KM).***

TAGS:
Reporter Admin
Editor Dian Naren