AYOJAKARTA.COM—Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan Irjen Pol. Ferdy Sambo tak lagi menjabat sebagai Kepala Satgas Khusus (Satgassus) Polri sejak dinonaktifkan dari jabatan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan hal tersebut di Jakarta, Selasa 2 Agustus 2022.
"Otomatis (dinonaktifkan)," kata Dedi.
Langkah penonaktifan Irjen Pol. Ferdy Sambo diapresiasi sejumlah pihak termasuk Amnesty Internasional Indonesia.
Baca Juga: 4 Tipe Orang Kelahiran Bulan Agustus Berdasarkan Tanggal Lahir, Kamu Termasuk yang Mana?
Mengutip Suara.com, Selasa (2/8/2022), meskipun dinilai terlambat. Akan tetapi Amnesty mempertanyakan status Ferdy Sambo sebagai Kepala Satgassus Polri.
Menurut Dedi, jabatan Kepala Satgassus merupakan jabatan non-struktural yang ada di Divisi Propam Polri. Sehingga pasca Irjen Pol. Ferdy Sambo dinonaktifkan dari jabatan struktural sebagai Kadiv Propam Polri, secara otomatis tidak lagi menjabat sebagai Kepala Satgassus.
"Setelah jabatan struktural dinonaktifkan maka jabatan non-struktural juga sudah tidak aktif," ujar Dedi.
Baca Juga: Prediksi Pencairan Kartu Lansia Jakarta 2022 Pertengahan Agustus ?
Langkah penonaktifan Irjen Ferdy Sambo sebagai Kepala Satgas Khusus (Satgassus) Polri ini juga karena adanya permintaan klarifikasi dari Kompolnas terkait status Irjen Ferdy Sambo tersebut.
"Kami akan kroscek dulu ke Polri apakah Pak Ferdy Sambo masih menjabat Kepala Satgassus atau tidak," kata anggota Kompolnas Poengky Indarti melansir Antara, Selasa (2/8/2022).
Kompolnas turut bergabung dalam jajaran tim khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengungkap kasus penembakan antar polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo.
Baca Juga: Link Tiket Gratis JALIJALIFEST22 Digelar 3-7 Agustus 2022, Jangan Sampai Kehabisan!
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo telah menonaktifkan Irjen Pol. Ferdy Sambo dari jabatan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri demi objektivitas, transparansi dan akuntabelnya penyidikan peristiwa polisi tembak polisi, pada Senin (18/7) lalu.
Meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J oleh Bharada Richard Eliezer atau Bharada E masih menyebabkan misteri yang belum terpecahkan.***