Metropolitan

Sempat Heboh Penyuntingan Profil Wikipedia Kapolda Metro Jaya, Tersangka Dimaafkan oleh Irjen Fadil Imran

Oleh: Redaksi Sabtu 30 Jul 2022, 22:37 WIB
Profil Wikipedia dari Kapolda Irjen Fadil Imran yang sempat disunting oleh seseorang tidak bertanggungjawab

AYOJAKARTA.COM - Sebelumnya beredar adanya penyuntingan profil Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di situs Wikipedia yang berujung dipolisikan.

Pasalnya, penyunting membubuhkan kalimat yang mengaitkan Irjen Fadil Imran dengan Irjen Ferdi Sambo dalam kaitan kasus kematian Brigadir Yoshua atau Brigadir J.
 
Diketahui yang melaporkan penyunting di Wikipedia tersebut adalah Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tanggu.
 
 
Penyunting profil Irjen Fadil Imran ini dilaporkan atas tuduhan penyebaran berita bohong Pasal 14 ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.
 
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/3806/VII/2022/SPKT/Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dibuat pada tanggal 26 Juli 2022.
 
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran tidak ingin ambil pusing dan menambah permasalahan di publik, meskipun dirinya secara jelas telah dirugikan.
 
 
Fadil hanya ingin bertemu tatap muka dengan tersangka yang telah menyunting profil dirinya di Wikipedia, serta ingin mengkonfirmasi apa motif serta tujuan dirinya sampai merubah profil tersebut.
 
Diketahui penyunting hoax profil Wikipedia Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran telah ditangkap, pria bernama Nyoman Edi (33) itu mengaku mengedit profil Irjen Fadil karena punya pengalaman tidak baik dengan polisi serta sekedar iseng.
 
Dilansir AyoJakarta.com, pengakuan itu disampaikan oleh Nyoman Edi dalam pertemuannya dengan Fadil Imran seperti diunggah di akun Instagram resmi Kapolda Metro Jaya @kapoldametrojaya, Sabtu (30/7/2022).
 
Baca Juga: Kapolda Metro Jaya: Khilafatul Muslimin Buat Negara di Dalam Negara

Dalam pertemuan itu, Nyoman tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye, dan Nyoman sempat diperkenalkan oleh personel polisi sebagai tersangka.
 
Saat bertemu tatap muka, Fadil mengawali pembicaraan dengan bertanya alasan Nyoman mengedit profilnya di Wikipedia. Menurut Nyoman, dirinya sengaja mengedit profil Fadil karena punya pengalaman tidak menyenangkan dengan polisi.
 
Fadil mengaku tidak terlalu peduli pada editan Nyoman di profil Wikipedia-nya. Dia menilai hal tersebut merupakan risiko sebagai pejabat publik.
 
Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Ungkap Ciri-Ciri Lansia yang Meninggal Akibat Covid-19

"Nyoman, saya tidak terlalu peduli dengan editan-editan kamu itu," ujar Fadil.

Fadil mengatakan ingin memberi edukasi kepada semua pihak agar memahami etika saat menggunakan internet, dia mengaku telah memaafkan Nyoman dan menegaskan tidak pernah melaporkan Nyoman.

"Nggak usah khawatir, saya maafkan kok. Dari awal saya tidak pernah mau melaporkan, tidak merasa sakit hati sama sekali dengan editan Nyoman itu," ucapnya.
 
Baca Juga: Tunda Street Race, Kapolda Metro Jaya Gelar Sayembara Logo Street Race

Fadil juga meminta penyidik untuk tidak memproses kasus ini secara hukum dan menjadikannya sebagai pelajaran bagi seluruh pengguna internet agar bijak dalam menggunakannya.
 
"Saya minta kepada penyidik supaya nggak usah diproses hukum. Habis ini yang penting Nyoman menyadari ini sesuatu yang buruk, jangan diulangi lagi, selesai," ujar Fadil.

"Terima kasih, Bapak," ujar Nyoman.
 
Fadil kemudian terlihat meminta Nyoman untuk berdiri, kemudian dia membantu Nyoman untuk melepaskan baju tahanan yang sempat dikenakan oleh dirinya.

"Polisi tidak selamanya menggunakan jalur penegakan hukum.
 
Oleh sebab itu, dalam peristiwa yang menimpa diri saya, saya menggunakan restorative justice, mudah-mudahan kita petik hikmahnya, kita jadikan pelajaran. Hati-hati dalam berinternet, di internet ada etika yang harus kita junjung," ujar Fadil.*** (Arif Nurrohman)
Reporter Redaksi
Editor Desi Kris