AYOJAKARTA.COM-- Gunung Raung mengalami erupsi pada Rabu petang (27/7/2022) sekitar pukul 17.19 WIB.
Gunung Raung, yang berada di perbatasan 3 kabupaten, Banyuwangi, Jember dan Bondowoso itu meletus selama 9 menit. Data tersebut sesuai hasil rekaman seismograf.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 32 mm dan durasi 540 detik, dikutip keterangan yang dinukil dari magma.esdm.go.id.
Kolam abu teramati kurang lebih 1500 M di atas puncak. Tampak kolam abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat dan barat laut.
Baca Juga: Detox ala dr Zaidul Akbar, Lakukan Ketika Muncul Ciri-Ciri Ini dalam Tubuh
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Raung bahkan mengganggu pernafasan melalui mulut dan hidung hingga tenggorokan. Bahkan hujan abu ini sampai ke daerah Jember, Jawa Timur.
Tak hanya hujan abu, bau gas menyengat diduga berasal dari Gunung Raung terasa begitu kuat.
Kepada masyarakat diimbau agar tidak turun ke dasar kawah atau mendekati kawah yang ada di puncak. Begitu juga bagi wisatawan atau penghunjung agar bisa menaatinya.
Guna menghindati potensi bahaya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan jiwa manusia, masyarakat juga dilarang untuk berkemah di sekitar puncak, bibir kaldera, kawah Gunung Raung.
Sementara itu, hujan abu terjadi di Lekodombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ledokombo sendiri letaknya di sebelah barat Gunung Raung.
Salah seorang warga asal Ledokombo, Tasya (23) melihat adanya abu di sekitar rumahnya. Meski begitu, dirinya belum yakin abu tersebut berasal dari erupsi Gunung Raung atau bukan.
Tasya mengaku melihat abu saat malam. "Sekitar abis Isya," katanya kepada Ayobandung.com, Rabu 27 Juli 2022.***