Metropolitan

Tips Nonton Hujan Meteor 29-31 Juli 2022, Bisa Tanpa Alat Bantu Lho!

Oleh: Redaksi Rabu 27 Jul 2022, 14:55 WIB
Tips nonton 2 Hujan Meteor pada akhir Juli

AYOJAKARTA.COM—Pada akhir Juli nanti, tepatnya 29-31 Juli 2022, masyarakat Indonesia akan dapat menyaksikan fenomena hujan meteor.

Ada 2 jenis hujan meteor yang akan terjadi dengan waktu yang berbeda yakni Hujan Meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids.

Baca Juga: Detox ala dr Zaidul Akbar, Lakukan Ketika Muncul Ciri-Ciri Ini dalam Tubuh

Kedua jenis hujan meteor ini dapat disaksikan dengan mata telanjang alas tanpa perlu alat bantu seperti teropong ataupun binocular, hasilnya akan tetap maksimal. Kendati demikian tidak masalah bila tersedia alat bantu dan  tetap akan menggunakannya.

Hujan meteor adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika sejumlah meteor terlihat bersinar pada langit malam. Meteor ini terjadi karena adanya serpihan benda luar angkasa yang dinamakan meteoroid, yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga: Bolehkan Melakukan Hubungan Suami Istri di Malam Tahun Baru Islam 1 Muharram? Ini Hukumnya Menurut Ulama Salaf

Ukuran meteor umumnya hanya sebesar sebutir pasir, dan hampir semuanya hancur sebelum mencapai permukaan Bumi. Serpihan yang mencapai permukaan Bumi disebut meteorit.

Hujan meteor umumnya terjadi ketika Bumi melintasi dekat orbit sebuah komet dan melalui serpihannya. Meteor Data Centre mencatat sekitar 600 kasus dugaan hujan meteor, dan sekitar 100 sudah dibuktikan.

Mengutip semarang.suara.com, Rabu (27/7/2022) secara lengkap hujan meteor akan berlangsung pada 29-31 Juli 2022.

 - hujan meteor Delta-Aquariids akan terlihat sejak 29 – 30 Juli 2022 di mulai pukul 23.00        WIB

 - hujan meteor Alpha-Capricornids bisa diamati pada 30 – 31 Juli 2022.

Baca Juga: Cara Nonton KKN di Desa Penari Full Movie di Disney Plus Hotstar , Klik Di Sini !

Kedua hujan meteor tersebut punya waktu pengamatan terbaik pada tengah  malam sekitar pukul 02.00 hingga 03.30 WIB.

Hujan meteor Delta-Aquariids bisa memperlihatkan hingga 20 meteor per jam dengan cahaya redup, sedangkan Alpha-Capricornids mempunyai sekitar 5 meteor per jam bercahaya terang seperti bola api.

Untuk mendapatkan pengamatan terbaik hujan meteor, kita harus mencari lokasi yang jauh dari cahaya lampu perkotaan. Cuaca juga perlu diperhatikan karena hujan meteor sulit terlihat jika ada cahaya bulan atau langit mendung.

Baca Juga: Link Daftar Stasiun yang Sediakan Booster Gratis bagi Penumpang Kereta Api

Berikut tips yang dapat dilakukan untuk menonton Hujan Meteor Juli 2022 :

  1. Cek ramalan cuaca sebelum pengamatan. Pilih hari yang tidak hujan. Jika langit mendung di hari puncak hujan meteor, lakukan pengamatan di hari sebelumnya.
  2. Bawa perlengkapan yang dibutuhkan, seperti alas duduk dan selimut agar tetap hangat.
  3. Pilih lokasi pengamatan yang gelap tapi aman. Lokasi terbaik ada di ketinggian.
  4. Pilih lokasi yang arah pandang menuju langit selatan.
  5. Hindari lokasi dengan pohon atau bangunan tinggi yang menutupi langit.
  6. Pastikan mematikan lampu atau penerangan di lokasi pengamatan 15 menit sebelum hujan meteor. Ini agar mata terbiasa berada dalam gelap.
  7. Jika butuh lampu, pertimbangkan menggunakan lampu berfilter merah yang tidak terlalu terang  

Baca Juga: 10 Ide Lomba 17 Agustusan Seru dan Unik, Lengkap dengan Cara Mainnya

    8. Pengamatan meteor lebih baik tanpa alat karena mata punya medan pandang lebih              luas.

     9. Gunakan peta bintang atau aplikasi untuk menemukan bintang terang Delta Aquarii di           konstelasi Aquarius. Ini adalah titik pancaran Delta Aquariids. Alpha-Capricornids                 dapat terlihat di langit bagian manapun.

   10. Jika ingin melihat meteor terbaik dengan ekor terpanjang, arahkan pandangan ke kiri           atau kanan sekitar 45 derajat. Tatapan langsung ke pancaran hanya terlihat meteor              berekor pendek.

Demikianlah tips nonton hujan meteor akhir yang akan terjadi pada 29-31 bulan Juli 2022 nanti. Jangan lewatkan ya, pemandangan indah di langit pada malam tersebut!.

 

Reporter Redaksi
Editor Kiki Dian Sunarwati