Metropolitan

Museum Wayang Jakarta, Cagar Budaya Indonesia yang Sempat Hancur Terkena Gempa

Oleh: Admin Rabu 13 Jul 2022, 19:05 WIB
Galeri koleksi wayang di Museum Wayang Jakarta

AYOJAKARTA.COM - Museum Wayang di DKI Jakarta menjadi salah satu cagar budaya Indonesia. 
 
Sebelumnya, Museum Wayang di DKI Jakarta ini sempat hancur total akibat gempa dahsyat.
 
Museum Wayang di DKI Jakarta ini tepatnya terletak di daerah Jakarta Barat.
 
Baca Juga: Masuk Museum Sonobudoyo Yogyakarta Boleh Belajar Menari dan Gamelan Gratis

Dilansir AyoJakarta.com dari cagarbudaya.kemdikbud.go.id, Museum Wayang ini masuk dalam daftar lokasi cagar budaya Indonesia.
 
Museum Wayang ini adalah tempat yang bukan sekedar menjadi objek rekreasi semata.
 
Di sana kita bisa melakukan studi bagi para pelajar dan akademis, bahkan dijadikan tempat pelatihan, pusat dokumentasi, dan penelitian pewayangan, serta dapat dijadikan media pengetahuan budaya antardaerah dan antarbangsa.
 
Baca Juga: Lagi Wisata ke Jogja, Yuk  Nonton Wayang Orang di Museum Sonobudoyo
 
Museum Wayang buka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.
 
Sementara itu, untuk tarifnya orang dewasa dikenakan biaya Rp 5.000, sedangkan pelajar Rp 3.000 dan anak-anak Rp 2.000.
 
Pegelaran wayang secara langsung juga bisa dinikmati secara gratis tanpa biaya tambahan pada minggu kedua dan minggu ketiga setiap bulan nya, dengan waktu pagelaran jam 10.00 - 14.00 WIB.
 
Baca Juga: Selama Libur Lebaran, Museum di Bogor Sepi Pengunjung
 
Gedung artistik ini berada wilayah Kota Tua, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara No. 27 Jakarta Barat. 
 
Museum Wayang dibangun pada tahun 1912, yang sebelumnya adalah tanah gereja yang dibangun pada tahun 1640 dengan nama de Oude Holandsche Kerk.
 
Bangunan yang dahulunya gereja ini pernah hancur total akibat terkena gempa bumi.
 
Lalu pada tahun 1732 sempat diperbaiki dan namanya diganti menjadi de Nieuw Holandsche Kerk.
 
Baca Juga: Bus Wisata Transjakarta Taman Intan-Museum Bahari dan Kota Tua Explorer Beroperasi Lagi!
 
Genootshap van Kunsten en Wetwnschappen, yaitu lembaga yang menangani pengetahuan dan kebudayaan Indonesia lantas membeli bangunan ini.
 
Kemudian, gedung tersebut diserahkan kepada Stichting Oud Batavia pada tanggal 22 Desember 1939 untuk dijadikan museum dengan nama Oude Bataviasche Museum.
 
Hingga setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1957 gedung ini diserahkan kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia. 
 
Lalu pada tanggal 17 September 1962 diberikan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta pada tanggal 23 Juni 1968 untuk dijadikan sebagai Museum Wayang.
 
Baca Juga: Cegah Klaster Baru Covid-19, Museum dan Destinasi Budaya di Jakarta Ditutup
 
Museum Wayang sendiri diresmikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Bapak H. Ali Sadikin pada tanggal 13 Agustus 1975 dan sejak 16 September 2003 museum ini mendapat perluasan bangunan hibah dari Bapak H. Probosutejo.
 
Sesuai dengan namanya, museum tersebut menyimpan ragam koleksi wayang, baik dari Indonesia maupun mancanegara.
 
Di Museum Wayang kita bisa menemukan berbagai koleksi wayang dan boneka dari negara-negara sahabat diantaranya Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, Perancis, Polandia, India, Kamboja, hingga Rusia.
 
Baca Juga: Daftar Museum dan Wisata Budaya di Jakarta yang Kembali Dibuka
 
Museum Wayang mengajak untuk mengenal berbagai karakter pewayangan, sikap maupun perilaku lakon dari berbagai daerah.
 
Hal itu bisa diketahui melalui tampilan wayang yang mempunyai bobot luhur dan tinggi nilainya dalam budaya dengan menyaksikan sejumlah koleksi wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, patung wayang, topeng wayang, wayang beber, wayang kaca, gamelan, serta lukisan-lukisan wayang.
 
Perlu diketahui Wayang Indonesia juga telah diakui oleh badan pengelola budaya dunia UNESCO (United Educational, Scientific and Cultural Organization) pada tanggal 17 November 2003 di Kota Paris. 
 
Dengan memproklamirkan Wayang Indonesia sebagai 'Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity', dimana wayang Indonesia telah diakui sebagai karya agung budaya dunia.
 
Secara resmi penyerahan Piagam Penghargaan UNESCO dilaksanakan pada tanggal 21 April 2004 di Paris, Perancis.*** (Arif Nurrohman)
Reporter Admin
Editor Desi Kris