Metropolitan

Rumah Sakit Diminta Siapkan Maksimal 30 Persen Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Oleh: Redaksi Selasa 12 Jul 2022, 10:17 WIB
Ilustrasi tempat tidur rumah sakit.

AYOJAKARTA.COM—Melonjaknya kembali kasus Covid-19 di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, membuat banyak pihak harus waspada.

Terlebih menurut Satgas Covid-19,  kali ini lonjakan kasus Covid-19 karena infeksi varian terbaru Omicron BA.4 dan BA.5 masih akan terjadi hingga bulan Agustus 2022.

Sehingga rumah sakit di Indonesia diminta bersiap dan memastikan ketersediaan tempat tidur  untuk  pasien Covid-19 tercukupi.

 Baca Juga: Mardani Maming Jalani Sidang Praperadilan Lawan KPK Hari Ini Pukul 10.00WIB

"Menteri Kesehatan sudah membuat edaran agar seluruh rumah sakit menyiapkan kapasitas 10 sampai 30 persen dari tempat tidurnya untuk dipakai pasien," kata Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril ditulis 12 Juli 2022, dikutip dari Suara.com, Selasa (12/7/2022).

Selain itu, imbuh Syahril pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah tempat isolasi mandiri seperti di Wisma Atlet dan beberapa tempat yang dikelola pemerintah daerah.

"Jadi kewaspadaan kita betul-betul diingatkan, kesiapan kita yang pertama kita sudah menyiapkan tempat-tempat isolasi mandiri," ucap Syahril.

Baca Juga: Sempat Longgar, Presiden Jokowi Ingatkan Kembali Penggunaan Masker bagi Masyarakat

Di sisi lain lanjut Syahril, pemerintah juga telah menyiapkan obat-obatan serta alat pelindung diri (APD) guna mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19.

"Obat-obatan Insya Allah cukup maupun alat pelindung diri juga disiapkan," sebut Syahril.

Syahril meminta pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan untuk gencar melakukan pemeriksaan atau pelacakan agar kasus positif COVID-19 dapat diketahui secara riil.

"Berapa pasien yang positif agar kita bisa isolasi, karena dengan isolasi dia tidak akan menulari orang lain," terang Syahril.

Baca Juga: Hari Ini RSDC Wisma Atlet Kemayoran Tambah 11 Pasien Positif Covid-19

Syahril menyebutkan terdapat tiga provinsi yang sedang mengalami peningkatan kasus COVID-19, yakni DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

"Jadi 'warning' kepada tiga aglomerasi ini, menjadi catatan kita harus super ketat dan betul-betul kita meningkatkan kewaspadaan bersama," kata Syahril.

Satuan tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan kasus positif COVID-19 di Indonesia mengalami tambahan sebanyak 1.681 orang pada Senin sehingga jumlah keseluruhan mencapai 6.112.986 orang hingga saat ini.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 7 orang menjadi sebanyak 156.798 orang.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, DKI Jakarta menyumbang tambahan kasus positif COVID-19 terbanyak, yakni 812 orang. Kemudian, diikuti dengan Jawa Barat (306), Banten (249), Jawa Timur (98), Bali (74), dan Jawa Tengah (31). 

Pemerintah juga menekankan perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. Proses vaksinasi di pelosok tanah air juga terus digalakkan. ***

 

 

 

 

 

Reporter Redaksi
Editor Kiki Dian Sunarwati