Metropolitan

5 Alasan Orang Sulit Menabung, Kamu Termasuk ?

Oleh: Redaksi Rabu 06 Jul 2022, 21:39 WIB
Ilustrasi Menabung

AYOJAKARTA.COM--Perencanaan masa depan dengan menabung merupakan langkah bijaksana, namun pada prakteknya tak semua orang mampu melakukannya.

Komiteman menabung biasanya muncul sebelum gajian atau mendapatkan uang, namun sering akhirnya luput karena ternyata banyak pengeluaran yang menuntut ditutupi.

Menanggapi fenomena susahnya menabung, finansial planner Annisa Steviani, dalam acara daring Media Session - #FlipWujudkanHematmu, mengungkap lima alasan mengapa orang  sulit menabung.

Baca Juga: Direktur Utama PNM Raih Penghargaan iNews Maker Award 2022

Apa saja?. Mengutip Suara.com, Rabu (6/7/2022), ini alasannya:

     1.Tidak punya self control yang baik

Adakah di antara kamu yang kerap kalap saat melihat diskon? Rasanya, sayang jika momen diskon itu dilewatkan. Padahal, barang yang didiskon pun sebenarnya tidak penting-penting amat, atau tidak terlalu dibutuhkan.

Mereka yang tidak punya self control yang baik, kerap tergoda dengan diskon dan tawaran menarik lainnya, tak heran jika pada akhirnya menjadi sulit menabung karena uangnya selalu habis untuk mengikuti keinginan.

  1. Tidak takut berhutang

Saat ini, semakin mudah bagi kita untuk berutang. Dan sayangnya, kita kerap berutang untuk keperluan konsumtif. Misal, membeli gadget, barang branded, dan lainnya. Tuntutan gaya hidup yang semakin tinggi menjadi salah satu pemicu orang saat ini tak takut berutang.

Baca Juga: Ingat, Kini Syarat Perjalanan Wajib Vaksin Booster, Ini Link Daftarnya !

    3. Tidak punya catatan keuangan

"Saya dulu suka bingung, kemana uang gaji saya dalam sebulan padahal saya tidak pernah membeli barang-barang yang mahal. Saya tidak bisa menelusuri kemana saja uang saya habis, karena tidak punya catatan keuangan," kata Annisa.

Setelah memiliki catatan pengeluaran, Annisa jadi tahu kemana saja uangnya 'lari' selama ini, di antaranya untuk membeli kopi, jajan roti di mal, dan hal-hal kecil lainnya yang kadang suka tidak kita perhitungkan. Akibatnya, uang gaji pun habis begitu saja.

Baca Juga: Ini Prediksi Tanggal Pengumuman Kartu Prakerja Gelombang 35. Loloskah Anda?

    4. Investasi tanpa tujuan

Banyak orang salah kaprah menganggap bahwa investasi bisa membuat kita kaya. Menurut Annisa, yang bisa membuat kita kaya adalah bekerja. Investasi hanyalah salah satu cara untuk mengamankan hasil kerja kita, dan syukur-syukur bisa menggandakannya.

Banyak orang berinvestasi dengan mind set ingin menjadi kaya, sehingga cenderung ikut-ikutan apa yang sedang jadi tren. Padahal yang benar, kata Annisa, bekerja dulu, mengumpulkan uang, baru setelah itu berinvestasi.

     5. Faktor budaya yang jadi batasan dan menolak pemahaman baru

Banyak orang menolak berinvestasi atau memiliki asuransi jiwa karena merasa tak perlu, atau karena orang tua mereka pun tidak melakukannya. Padahal, orang tua kita dulu tidak memiliki asuransi, tidak berinvestasi, mungkin karena informasinya yang memang terbatas.

Pemahaman-pemahaman seperti itulah yang pada akhirnya membuat orang semakin enggan menabung untuk hari depannya, karena berpikir lihat saja nanti.***

Reporter Redaksi
Editor Kiki Dian Sunarwati