KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA.COM -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap kasus terkait manajer Binomo, Brian Edgar Nababan, yang mendapatkan gaji hingga US$4.000 per bulan selama bekerja di aplikasi tersebut.
Brian Edgar merupakan tersangka penipuan investasi aplikasi Binomo.
Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Chandra Sukma Kumara, mengatakan Brian berperan sebagai perekrut afiliator Indra Kenz untuk mempromosikan aplikasi Binomo tersebut.
"Dia staf pegawai dari tahun 2018 hingga 2020. Dia bergabung dengan 040 grup (perusahaan induk Binomo) di Rusia yang bersangkutan digaji 2.000 hingga 4.000 dollar," ujarnya dalam keterangan, Jumat 8 April 2022.
Baca Juga: Resmi Tersangka, Indra Kenz Minta Maaf ke Publik
Chandra menjelaskan, Brian Edgar ditugaskan untuk menangani komplain-komplain yang dilayangkan dari para nasabah platform Binomo.
Tak hanya itu, diduga Brian Edgar membawa aplikasi Binomo dari Rusia ke Indonesia.
"Karena memang ini dia masih pegawai, dia punya bos lagi. Ada bosnya itu, tapi tidak akan kami ungkap. Ini orang asing," tuturnya.
Chandra menuturkan bahwa Polri melalui Divisi Hubungan Internasional sudah melakukan koordinasi melalui mekanisme police to police dengan beberapa negara lain untuk menyelidiki kasus tersebut.
Saat ini, kata Chandra, Polri masih menyelidiki dan mendalami terkait kasus aplikasi Binomo. Ia tak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan, pasalnya aplikasi Binomo beroperasi dan terpusat dari luar negeri.
Baca Juga: Terkuak! Indra Kenz Jajan Mobil Mewah Hanya Settingan, Deddy Corbuzier Geram
"Kan terkait Binomo kalau di luar negeri kan soalnya legal, bukan kewenangan otorisasi kami," jelasnya.
Dalam kasus aplikasi Binomo, Polri telah mengamankan sebanyak empat tersangka yakni Indra Kenz, Fakarich, Brian Edgar Nababan, dan Wiky Mandara Nurhalim.
Bareskrim Polri berhasil melacak aplikasi Binomo yang berasal dari Rusia. Kemudian, aplikasi tersebut disebarluaskan ke Indonesia melalui perusahaan Rusia '404 Group'.
Perusahaan 404 Group berkutat di bidang pemanfaatan teknologi informasi yang terletak di St Petersburg, Rusia, dan telah berdiri sejak 2013.