YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM-- Nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil santer bakal maju sebagai calon presiden (Capres) 2024.
Nama Ridwan Kamil pun kerap mengisi posisi teratas berbagai hasil survei sosok yang bakal bersinar dalam pemilihan presiden (Pilpres).
Namanya kerap bersaing dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Menanggapi hal itu, Ridwan Kamil mengaku tak mempermasalahkannya.
"Banyak yang survei Pak Ganjar, Pak Anies termasuk saya berpeluang jadi calon presiden, bagi saya kalau ada pintunya ya Bismillah, kalau tidak ada ya tidak ada masalah. Enggak terlalu dicari-cari lah," jelas Ridwan Kamil usai menjadi pembicara dalam acara Talkshow di Masjid Ulil Albab, Kompleks Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Selasa petang (5/4/2022).
Lalu ketika disinggung soal Pilpres 2024, Kang Emil sapaan akrabnya, menyatakan bahwa dirinya siap dipasangkan dengan siapa saja, karena di dunia politik Indonesia harus belajar mencintai setelah dipasangkan atau dinikahkan.
Baca Juga: Bukan Program Karpet Merah, Ridwan Kamil Wisuda 1.249 Petani Milenial
"Karena menurut pengalaman politik, kita tidak memilih siapa pasangannya jadi harus belajar mencintai setelah dipasangkan," ujar dia saat berada di Masjid Kampus UGM Yogyakarta, semalam.
Pada kesempatan itu pula, Ridwan Kamil juga angkat bicara perihal wacana jabatan presiden 3 periode. Ia menyarankan kepada pihak yang tidak setuju maupun setuju terhadap jabatan presiden 3 periode untuk sama-sama menyuarakan hal tersebut.
"Kalau memang tidak setuju 3 periode ya viralkan lewat channel-channel yang sudah ada dan sesuai kapasitasnya, karena pejabat-pejabat sekarang takut diviralkan," kata Ridwan Kamil.
Mantan Walikota Bandung ini juga menyatakan sebaliknya bagi mereka yang setuju terhadap wacana jabatan presiden 3 periode.
"Sebaliknya kalau adik-adik mahasiswa setuju (jabatan presiden) 3 periode ya juga diviralkan atau disuarakan. Jangan diam, karena kalau diam saja berarti bagian dari sistem yang kalau ada kezaliman," tutur Ridwan Kamil.
Baca Juga: Pembalap Jabar Juara Grand Prix Macau 1970, Diberi Hadiah Nonton MotoGP Mandalika oleh Ridwan Kamil
Saat ditanya wartawan mengenai setuju atau tidak jabatan presiden 3 periode, secara diplomatis, mantan Walikota Bandung itu mengaku belum melakukan penelaahan.
"Setuju enggak setuju dalam hal itu belum bisa ke sana karena saya belum menelaahnya mendalam. Masih melihat plus minusnya," tutur Kang Emil.
Sementara itu, dihadapan para mahasiswa UGM yang melaksanakan Tarawih di Masjid Kampus UGM, Ridwan Kamil juga menyebut bahwa pemilik masa depan bangsa Indonesia ada para pemuda.
Namun menurutnya untuk mencapai masa depan yang cerah dan sejahtera, para pemuda harus menghindari pertengkaran antar bangsa.
"Di level media sosial dan diluar sangat sering terjadi pertengakaran, hal ini adalah penyakit bangsa ini."
Baca Juga: Ciyee, Anies Dipuji Habis Ridwan Kamil: Stadionnya Keren Pak Anies!
"Kalau kebiasaan itu tidak dihilangkan maka masa depan yang cerah tidak bisa diraih. Mudah-mudahan di bulan penuh berkah ini kebiasaan itu bisa hilang," tambahnya.
Katanya, perbedaan pendapat memang sangat wajar namun untuk menyuarakan pendapat harus memakai cara yang baik dan benar dan tidak boleh melanggar aturan.
"Politik demokrasi pasti ada perbedaan pendapat tapi caranya harus baik dan benar, setelah itu serahkan hasil narasi pendapat itu di keputusan politik parlemen, biar keputusan itu yang menjawab," tandas Ridwan Kamil.