JAKARTA, AYOJAKARTA.COM-- Baru diresmikan, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Phinisi yang dianggap tidak ramah pejalan kaki karena tak beratap banjir kritikan.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun langsung pasang badan dan beri klarifikasi.
Menurutnya, JPO Phinisi yang berada di kawasan Sudirman itu memang merupakan rancangan terbuka.
"Memang dibedakan, kan ada JPO yang ada penutup atapnya, ada yang outdoor. JPO ini selain difungsikan untuk penyeberangan orang dan jembatan, kemudian untuk sepeda. Memang didesain demikian, didesain terbuka agar lebih terbuka (udaranya)," kata Riza di Jakarta, Sabtu (12/3/2022).
Melansir SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Senin (14/3), selain itu, JPO ini juga dibangun sebagai monumen penghargaan bagi tenaga kesehatan yang banyak berkorban hingga nyawa saat menghadapi pandemi Covid-19.
Baca Juga: Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia Hadir di Puncak, Ini Harapan Kang Emil
"Ini juga memang didesain sebagai penghargaan kita terhadap tenaga kesehatan yang telah gugur, pahlawan-pahlawan perjuangan menghadapi Covid-19," ucapnya.
Seperti diketahui, JPO ini memang sempat dikritik berbagai pihak akibat tak memiliki atap sehingga disebut tak ramah pejalan kaki karena tak bisa melindungi dari cuaca panas dan hujan yang turun.
Pada kejadian beberapa hari lalu, warga yang berswafoto di sayap JPO Phinisi berlarian saat hujan turun dan berpindah ke tengah tangga anjungan untuk berteduh. Warga berlarian karena JPO Pinisi Sudirman ini tidak beratap.
Sebagai informasi, JPO Phinisi yang dirancang dengan konsep modern diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini.
Baca Juga: Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia Bakal Hadir di Bogor
Terdapat hub baru yang menyatukan pejalan kaki, pesepeda, serta pengguna transportasi publik.
Di tengah JPO terdapat ruang berkumpul bertema Kapal Phinisi masyarakat Anjungan Pandang Jakarta. JPO ini juga dilengkapi kamera tersembunyi dan sensor beban pada anjungan untuk keamanan.