JAKARTA, AYOJAKARTA.COM- Seorang ahli virologi bernama Andi Utama, Ph.D membongkar alasan Covid-19 varian Omicron tidak bisa dikenali dengan PCR biasa. Hal ini lah yang menjadi salah satu penyebab melonjaknya kasus Omicron di Indonesia.
Padahal tracing dan testing untuk varian Omicron perlu dilakukan untuk bisa memutus rantai penularan.
"PCR mendeteksi bagian-bagian kecil yang spesifik. Kalau WGC (Whole Genome Sequencing), mengidentifikasi semua genom virus yang konsekuensinya perlu waktu lama dan biaya besar. Tapi untuk menentukan itu varian apa, hasilnya oke. Kalau PCR, hanya mencari bagian lestari dengan bagian tertentu yang dipilih,” ujar Andi Utama yang juga dalam keterangannya melansir Suara.com, Senin (7/2/2022).
Baca Juga: Syarat Baru Tes PCR Kereta Api Jarak Jauh Jadi 3X24 Jam
Lulusan Jepang yang pernah melakukan penelitian di Department of Virology 2, National Institute of Infectious Disease ini menekankan, ada dua metode untuk mendeteksi varian Omicron. Keduanya berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes)
“Pertama, STGF (S-Gene Target Failure), konsepnya mencari Gen S yang tidak bisa dideteksi karena dari awal dibuatkan desain untuk virus original. Dalam hal ini, akan ada kemungkinan varian selain Omicron,” tuturnya.
Pendekatan lainnya ialah SNP (Single Nucleotide Polymorphism), yang langsung menjadikan titik mutasi sebagai target, maka sangat mendekati varian Omicron.
“Metode kedua itu kami sebut dengan PCR O+. Sudah menyasar atau lebih spesifik karena sudah kami targetkan. Sebagai tambahannya, kami menggunakan tiga gen original, maka memperkecil kemungkinan kekeliruan. Tetapi saya tekankan, kami sepakat bahwa gold standard untuk memastikan semua itu adalah WGS,” jelas Andi.
Baca Juga: Belum Ada Kebijakan Karantina, Atlet PON DKI Jalani Swab PCR dan Skrining Malaria
Sebelum memutuskan memakai kit mana saja, kami mempelajari dulu, melihat datanya, konsistensi datanya.
"Kebetulan, kit yang kita pilih itu memiliki data yang sudah dibandingkan dengan WGS. Jadi, memperlihatkan data 100 persen dan cukup konsisten dalam menduga suspek omicron,” tandasnya.