JAKARTA, AYOJAKARTA.COM— Teruntuk warga Jakarta. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meminta warga Ibu Kota untuk tidak menganggap enteng peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron menyusul adanya salah satu pasien yang meninggal dunia usai dinyatakan positif Omicron.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia meminta masyarakat tetap waspada.
Ia menjelaskan, memang kebanyakan pasien Omicron tidak memiliki gejalan atau bahkan hanya gejala ringan.
Kendati demikian, gejala parah bisa saja dialami oleh kelompok rentan. Apalagi yang memiliki penyakit berat lainnya atau komorbid.
Baca Juga: Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 1.825 Kasus, Wagub DKI Beri Pesan Penting Ini
"Adanya kasus meninggal pada Covid-19 dengan varian Omicron menunjukkan kita tidak boleh menganggap enteng Omicron, apalagi pada kelompok rentan," ujar Dwi saat dikonfirmasi, Senin (24/1/2022).
Melansir SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Selasa (25/1), Dwi pun mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Dwi juga meminta warga melakukan vaksinasi jika belum menerimanya.
"Untuk yang belum vaksin, segera vaksin. Lalu, segera vaksinasi booster (dosis ketiga) untuk yang sudah berhak. Kalau ada keluhan, maka segera periksa dan lakukan swab. Jika menderita Covid-19, isolasi dengan baik dan patuh," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengumumkan terdapat dua kasus pasien yang terpapar varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron meninggal dunia.
Baca Juga: Guru Besar FKUI: Soal Kematian 2 Warga, Tak Semua Kasus Omicron itu Ringan
Salah satu pasien Omicron meninggal tersebut diketahui adalah warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan sudah divaksin penuh.
"Kalau warga Jakarta dari Pasar Minggu sudah dua kali vaksin Sinovac meninggal karena ada komplikasi dan gagal nafas," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.
Riza Patria menyebut pasien itu terpapar Omicron setelah melakukan perjalanan luar negeri. Sebelum akhirnya dinyatakan wafat, pasien sempat dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta Pusat.
Namun, akhirnya pasien itu mengalami komplikasi dan akhirnya gagal pernapasan hingga wafat di RSPI Sulianti Saroso.
Sementara satu pasien lainnya merupakan warga Tangerang Selatan. Pasien Omicron itu belum mendapatkan vaksinasi sehingga mengalami gejala berat.
"Terus yang satu lagi meninggal di RS Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan. Komorbid dan belum vaksin," tandas Wagub.