Metropolitan

Berstatus Kota Metropolitan, Jakarta Mampu Ekspor Puluhan Ribu Komoditas Pertanian Hampir Rp1 T, Ini Faktanya

Oleh: Redaksi Minggu 02 Jan 2022, 09:00 WIB
Provinsi DKI Jakarta menyumbang nilai ekspor sebesar Rp906,14 miliar dengan volume sebanyak 61.200,25 ton dalam acara Gebyar Ekspor.

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM—Jakarta selama ini terkenal sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Namun, meski berstatus sebagai Kota Metropolitan, ternyata Jakarta mampu mengekspor puluhan ribu komoditas pertanian loh sepanjang tahun 2021 lalu.

Melansir SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Minggu (2/1/2022), DKI Jakarta mengekspor sebanyak 61,2 ribu ton komoditas pertanian senilai Rp906,14 miliar ke sejumlah negara tujuan melalui melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (31/12/2021).

Baca Juga: UMKM Jatim Makin Sukses, Ekspor Porang ke Pasar Asia hingga Eropa

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang hadir dalam acara pelepasan ekspor oleh PT Jakarta International Container Terminal atau JITC mengapresiasi kegiatan tersebut mengingat sektor pertanian merupakan salah satu andalan pemasukan bagi Indonesia selain pajak, mineral, dan batu bara.

Menurut Riza, sektor pertanian terus tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Di akhir tahun 2021, ekspor komoditas pertanian berlangsung serentak di 34 pintu ekspor di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Genjot Ekspor Nasional, bank bjb Jalin Kerja Sama dengan Indonesia Eximbank

Volume ekspor sebanyak 1,36 juta ton, senilai Rp14,4 triliun ke 124 negara tujuan.

"Hal ini tentunya dapat berhasil karena dukungan dari berbagai sektor," ujar Riza.

Wagub juga meminta agar informasi terkait komoditas pertanian yang diterima di pasar internasional dapat disebarkan, sehingga mereka yang ada di daerah yang memiliki etos kerja yang baik di bidang pertanian dapat mengetahui apa yang harus dihasilkan.

Lebih lanjut Riza mengajak seluruh pemangku kepentingan atau stakeholders untuk bersinergi dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan dan mendunia.

Reporter Redaksi
Editor Rahajeng Pramesi