Metropolitan

Jaga Crowd Free Night Malam Tahun Baru di Jakarta, Polda Metro Kerahkan 1.200 Polantas

Oleh: Redaksi Kamis 30 Des 2021, 06:00 WIB
Ilustrasi. Seorang anggota polisi tengah berjaga di depan papan petunjuk penerapan crowd free night di Jakarta.

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM-- Sebanyak 1.200 Polantas dikerahkan menjaga Crowd Free Night (CFN) Malam Tahun Baru di Jakarta.

"Petugas dikerahkan dari Ditlantas ada kurang lebih 1200 personel," kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dikonfirmasi, Rabu (29/12/2021).

Melansir SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Rabu (29/12), seribu lebih personel ini nantinya disebar untuk melakukan pengamanan di 10 lokasi CFN pada malam Tahun Baru.

Baca Juga: Catat dan Simpan di Dompetmu! Ini Daftar 10 Lokasi di Jakarta yang Terkena Crowd Free Night Malam Tahun Baru

Adapun 10 kawasan tersebut yakni kawasan Sudirman-Thamrin, Kemang, Bulungan Barito, Senopati Gunawarman SCBD, Asia Afrika, Kota Tua, Banjir Kanal Timur, Kemayoran, Kelapa Gading dan Monas. CFN diberlakukan pada 31 Desember 2021 pukul 22.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB pada 1 Januari 2022.

Semua jenis usaha seperti kafe, restoran, bar, mal dan sebagainya yang berada di kawasan CFN wajib tutup pada pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: Catat! Polisi Terapkan Crowd Free Night di 73 Titik Jakarta, Ini Lokasinya

"Jadi nanti begitu pukul 22.00 WIB sudah wajib tutup, nanti diberikan waktu satu jam sampai 23.00 WIB. Saat pukul 23.00 WIB polisi akan lakukan penyisiran di 10 titik," ujar Argo.

Setelah pukul 23.00 WIB khususnya 24.00 WIB tidak ada aktivitas publik dan akan dilakukan rekayasa pengalihan arus.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Terapkan Crowd Free Night Saat Malam Pergantian Tahun

Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sebanyak 8.000 personel gabungan dalam Operasi Lilin Jaya 2021 dengan target pengamanan Natal dan Tahun Baru 2022.

Salah satu bentuk pengamanan malam Tahun Baru 2022 adalah penerapan CFN dalam rangka mencegah terjadinya kerumunan yang rawan memicu penyebaran virus Covid-19 khususnya varian Omicron.

Reporter Redaksi
Editor Rahajeng Pramesi