JAKARTA, AYOJAKARTA.COM—Dituding rapat sembari menonton tari striptis, perdebatan panas terjadi antara Direktur Utama (Dirut) Transjakarta Mochmamad Yana Aditya dengan salah seorang anggota DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi dari Fraksi Gerindra.
Berikut ini detik-detik debat panas itu yang terjadi saat rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (6/12/2021).
Debat panas bermula saat rapat tersebut salah satu anggota Komisi B DPRD DKI Adi Kurnia memunculkan isu adanya direksi PT Transjakarta yang pernah melakukan rapat sambil menonton tari perut atau belly dance dan striptis.
Dirut TransJakarta, Mochammad Yana Aditya yang mendengar hal itu langsung meminta buktinya kepada Adi. Ia mengaku ingin segera menyelesaikan masalah ini.
Baca Juga: Dear Sopir TransJakarta, Kinerja Anda Dipantau CCTV, Kecepatan Jangan Lebih dari 50 Km/Jam
"Mohon izin, saya sebagai warga negara kepada wakil rakyat untuk menanyakan, mohon maaf ini siapa (rapat sambil nonton belly dance)? Kalau misalkan ini melanggar biar kita selesaikan saja," kata Yana di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin.
Melansir SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Selasa (7/12), keduanya pun sempat terlibat perdebatan.
Yana dalam rapat itu bahkan mengganti statusnya sebagai warga negara dan ingin Adi selaku wakil rakyat memberikan bukti rapat tersebut.
"Begini saudara direktur," kata Adi.
"Enggak saya warga negara," jawab Yana menimpali.
Adi pun meminta agar Yana tidak mengambil perkataannya yang mengaku punya video direksi TransJakarta menonton belly dance sambil rapat.
Baca Juga: Nasib Sopir Transjakarta yang Tabrakan Bus ke Pos Polisi PGC Cililitan
Dia juga menyatakan Yana yang baru menjabat sebulan sebagai Dirut itu tidak termasuk dalam orang yang menonton striptis.
"Anda enggak usah baper, saya tidak bicara tentang anda. Saya praktisi hukum, saya tidak bicara tentang anda. Ini urusan organisasi jangan dibawa ke hati. Ini urusan mulut sampai ke leher saja, nggak usah baper dan ngambekkan," tutur Adi.
Adi juga menyebut tujuannya menyinggung soal rapat tersebut karena ingin mengkritisi rekrutmen yang dilakukan Transjakarta.
Direksi diminta fokus bekerja memperbaiki BUMD itu karena ia pun memiliki senjata untuk menjatuhkan citra direksi.
"Kalau anda tidak merasa anda tidak usah protes. Saya bicara segala sesuatu itu tak mungkin tanpa bukti, saya mantan pengacara," ucapnya.
Yana masih tak terima. Ia meminta Adi segera menunjukan kepadanya video yang dimaksud.
"Pimpinan mohon izin, saya warga negara, saya ingin mengetahui video itu ada atau tidak?" jelas Yana.
Baca Juga: Bus TransJakarta Kerap Kecelakaan, Wagub DKI Jakarta: Harus Evaluasi Menyeluruh
"Kalau anda warga negara, suara tuhan suara rakyat, suara rakyat suara dewan. Anda rakyat kan? Saya wakil rakyat," jawab Adi.
Adi masih bersikeras tak mau menunjukan video yang dimaksud. Akhirnya, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta menengahinya dan meminta masalah ini diselesaikan secara internal.