AYOJAKARTA.COM -- Banjir rob yang melanda Muara Angke, Jakarta Utara, belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga saat ini.
Fenomena ini telah berlangsung sejak awal Desember dan semakin parah dengan ketinggian air mencapai 50-60 sentimeter.
Tak hanya itu, sejumlah daerah di Jakarta Utara juga air turut menggenangi rumah-rumah warga dan banyak menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk serangan diare di kalangan penduduk setempat.
Baca Juga: Banjir Rob Kepung Jakarta Utara! Warga Muara Angke Minta Perbaikan Tanggul!
BMKG memperingatkan Warga di sekitaran Jakarta Utara untuk mewaspadai banjir Rob ini hingga tanggal 20 desember 2024.
Lantas, hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Jakarta sedang menghadapi ancaman serius dan mungkin tanda kota ini mulai tenggelam?
Penyebab Banjir Rob di Jakarta
Pejabat Gubernur Jakarta, Teguh Setia Budi sebagaimana dilansir dari tvOneNews, menjabarkan beberapa sejumlah variable yang membuat banjir rob di pesisir pada tahun ini lebih parah.
Baca Juga: BMKG: Waspada Potensi Banjir Rob di 6 Wilayah Pesisir Indonesia, Ini Lokasi dan Perkiraan Tanggalnya
Salah satu penyebab utama dari banjir rob adalah kenaikan muka air laut yang terjadi akibat fenomena pasang maksimum.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta menyebut ada banyak faktor yang menyebabkan banjir Rob antara lain perubahan iklim Global yang membuat naiknya permukaan laut dan posisi daerah pesisir juga lebih rendah dari permukaan laut sehingga resiko terendam lebih besar.
Hal ini disebabkan oleh penurunan tanah (land subsidence) yang terjadi akibat pengambilan air tanah secara berlebihan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kehidupan Masyarakat.
Dengan peringatan dini dari BMKG mengenai potensi banjir pesisir yang disebabkan oleh fenomena pasang maksimum air laut.
Warga di wilayah Jakarta Utara terutama di Muara Angke kini harus berjuang menghadapi tantangan yang semakin berat di tengah ketidakpastian cuaca dan kondisi lingkungan.
Dalam situasi darurat ini juga, pemerintah menyediakan posko bantuan, makanan siap saji, dan layanan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir.
Baca Juga: Waspada! Ada Prediksi Banjir Rob di Jakarta Hingga Hujan di Kawasan Jabodetabek
Personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga disiagakan untuk membantu mobilisasi warga dan memberikan kebutuhan dasar.
Pemerintah terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan evaluasi terhadap efektivitas langkah-langkah yang diambil, guna memastikan respons yang cepat terhadap situasi banjir rob yang terjadi.