Metropolitan

Begini Penjelasan Warga Soal Pengrusakan Kantor Desa Bojongkoneng Akhir Pekan Kemarin

Oleh: Yogi Faisal Senin 04 Okt 2021, 15:14 WIB
Potret lahan milik Rocky Gerung dan warga yang diduga diserobot oleh PT Sentul City. (Yogi Faisal)

BABAKANMADANG, AYOJAKARTA - Ketua RT 02 RW 11 Kampung Gunung Batu Kidul, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor Hazarul Azwar angkat suara soal kasus pengrusakan kantor Desa Bojongkoneng yang dilakukan oleh warga pada Sabtu 2 September 2021 kemarin.
 
Azwar bercerita, pengrusakan Kantor Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang itu dilakukan atas dasar spontanitas semata tanpa ada unsur kesengajaan.
 
Peristiwa tersebut terjadi lantaran kekesalan warga Desa Bojongkoneng kepada aparatur wilayah, yang seolah-olah diam dan bungkam atas apa yang terjadi pada masyarakat. 
 
Kejadian itu bermula saat masyarakat mendatangi kantor Desa Bojongkoneng pada Sabtu 2 September 2021, untuk melakukan protes kepada pemerintah wilayah atas aktivitas alat berat milik Sentul City yang hingga kini masih beroperasi menggarap lahan di Desa Bojongkoneng.
 
Padahal sebelumnya, warga sempat meminta kepada pemerintah wilayah dan pihak Sentul City untuk menunda aktivitas alat berat. Lantaran sumber air bersih yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari tercemar dan kotor.
 
"Karena adanya aktivitas alat berat itu, sumber air bersih warga terganggu. Air menjadi keruh dan tidak bisa digunakan oleh warga untuk kebutuhan sehari-hari," katanya, saat dihubungi ayobogor.com Senin 4 Oktober 2021.
 
Selain sumber air bersih warga yang terganggu, warga juga khawatir jika kediamannya menjadi target penggusuran Sentul City. Sebab sampai saat ini belum ada kepastian yang diberikan oleh pemerintah wilayah kepada masyarakat, soal nasib warga Desa Bojongkoneng yang berbeda di kawasan pengembangan Sentul City.
 
"Masyarakat juga khawatir, takutnya pemukiman warga juga menjadi target pengembangan Sentul City. Apalagi posisi rumah warga berada tidak jauh dari lokasi pengembangan. Makannya warga minta aktivitas penggusurannya distop dulu," ujarnya.
 
Kendati demikian, sampai saat ini pihak pemerintah wilayah dan Sentul City masih terus melakukan pengembangan. "Sampai sekarang tidak ada respon. Malah aktivitas pengembangannya tambah ramai," tutupnya
TAGS:
Reporter Yogi Faisal
Editor Husnul Khatimah