KEBAYORANBARU, AYOJAKARTA -- Ditlantas Polda Metro Jaya melaksanakan Crowd Free Night atau malam tanpa keramaian di 4 kawasan yakni Jalan Sudirman-Thamrin, Jalan SCBD, Kemang dan Jalan Asia-Afrika, berlaku mulai pukul 22.00-04.00 WIB.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo, mengatakan petugas kepolisian akan memperluas kawasan Crowd Free Night yang dinilai efektif untuk mencegah kerumunan.
"Kami tentu bisa perluas untuk area CFN, karena selama 2 malam ini kita laksanakan CFN ini cukup efektif untuk mencegah terjadinya pelanggaran prokes, mencegah terjadinya kerumunan, dan meningkatkan kedisiplinan kesadaran warga. Bahwa saat ini walaupun Jakarta sudah landai di level 3 tapi kita masih di masa pandemi Covid-19," ujarnya, Minggu 12 September 2021.
Menurut Sambodo, petugas kepolisian juga melakukan penindakan terhadap pengendara yang menggunakan knalpot bising selama Crowd Free Night.
"Di 4 kawasan tersebut, kita mulai dari pukul 22.00 sampai dengan pukul 04.00 WIB. Akhir-akhir ini muncul kembali knalpot bising dan semakin meresahkan masyarakat, sehingga kami melakukan penindakan dengan tilang dan malam ini ada 639 kendaraan yang kami tilang yang dilakukan oleh Polda maupun Polres Jajaran," tuturnya.
Tak hanya melakukan penindakan terhadap pengendara yang menggunakan knalpot bising selama Crowd Free Night, petugas kepolisian juga melakukan patroli di kawasan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
"Kemudian patroli skala besar juga masih berlangsung. Ada beberapa kafe di daerah Jakarta Timur yang masih buka. Saat ini sedang dilakukan penindakan oleh Satpol PP dengan didampingi oleh teman-teman yang melakukan patroli skala besar dari jajaran Polri, TNI, Satpol PP dan Dishub," katanya.
Sambodo mengimbau kepada masyarakat agar berada di rumah saja guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
"Oleh sebab itu kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya anak muda yang masih suka nongkrong silakan stay at home. Jangan keluar rumah kalau tidak perlu. Supaya Jakarta bisa segera terbebas dari pandemi Covid-19," imbaunya.