CIAWI, AYOJAKARTA -- Sejak diberlakukannya penerapan uji coba ganjil genap di kawasan Puncak Kabupaten Bogor pada awal September 2021 kemarin, banyak cerita unik dari tingkah kocak para pengendara yang nekat melakukan berbagai cara demi lolos dari operasi ganjil genap yang dilakukan petugas.
Kasat Lantas Polres Bogor AKP Dicky Pranata mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan setidaknya ada dua metode yang kerap kali dilakukan pengendara untuk mengelabuhi petugas yang berjaga di posko penyekatan ganjil genap di kawasan Puncak Kabupaten Bogor.
"Pertama menggunakan plat nomor palsu untuk mengelabuhi petugas. Kedua memodifikasi mobil pribadi menjadi ambulan," katanya, kepada awak media Minggu 12 September 2021.
Penggunaan plat nomor palsu pada kendaraannya memang kerap kali dilakukan pengendara untuk mengelabuhi petugas di posko penyekatan ganjil genap. Dalam melakukan aksinya, biasanya pengendara membawa dua plat nomor berbeda.
"Biasanya mereka bawa dua plat nomor. Kalau plat nomor kendaraan ganjil terus tanggalnya genap biasanya langsung mereka ganti untuk mengelabuhi petugas," ujarnya.
Selain plat nomor palsu, ada juga pengendara yang nekat memodifikasi mobil pribadinya layaknya mobil ambulan untuk mengelabuhi petugas. Akibat perbuatannya itu para pelanggar langsung diputarbalikkan petugas sekaligus diberikan sanksi tilang.
Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, selama diberlakukannya ujicoba ganjil genap di kawasan Puncak Kabupaten Bogor selama dua pekan terakhir setidaknya ada 12 kendaraan yang tertangkap basah menggunakan plat nomor palsu pada kendaraannya. Sedangkan satu kendaraan lainnya memodifikasi mobil pribadinya layaknya mobil ambulan.
Beruntung, saat diperiksa petugas kelengkapan kendaraan tersebut sesuai dengan surat-suratnya. "Karena surat-surat mobilnya sesuai dan lengkap akhirnya kami putarbalikan dan kami kenakan tilang saja," tutupnya.