Metropolitan

Gubernur Anies Tegaskan DKI Tak Pernah Sembunyikan Data Kematian Covid-19

Oleh: Aini Tartinia Jumat 13 Agu 2021, 13:39 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

GAMBIR, AYOJAKARTA - Pemprov DKI Jakarta tidak pernah mengurangi atau mengubah data-data terkait pandemi Covid-19. Sebaliknya angka kematian selama pademi selalu dilaporkan apa adanya.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun Instagram pribadi miliknya @aniesbaswedan pada Jumat (13/8/2021).

"Baik data kematian Covid berdasarkan kriteria dari Kementerian Kesehatan, maupun data kematian Covid berdasarkan protokol pemakaman," kata Anies seperti dikutip Ayojakarta.

Anies menekankan, apa yang dilakukannya sesuai dengan standar yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), di mana semua kejadian perlu dicatat dan dilaporkan.

Bahkan sejak awal pandemi, ketika masih ada keterbatasan kewenangan dan kapasitas testing untuk mendeteksi adanya wabah, Pemprov DKI menggunakan data pelayanan pemakaman agar bisa mendeteksi bahwa wabah telah masuk dari luar negeri ke ibu kota.

"Prinsip kami di DKI Jakarta dalam menangani semua masalah, termasuk Covid-19 menggunakan ilmu pengetahuan, menggunakan data yang benar dan akurat, serta transparansi data," jelas Anies. 

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin (9/8/2021) menyebut telah mengeluarkan indikator kematian dalam menilai level PPKM di berbagai daerah.

Alasannya, indikator kematian dianggap menimbulkan distorsi dalam penilaian level PPKM karena banyak input data yang tidak update dari berbagai daerah.

Namun belakangan, Jubir Menko Marves, Jodi Mahardi membantah. Menurutnya pemerintah hanya menghapus indikator kematian dalam asesmen level PPKM sementara selagi data dirapikan.

Reporter Aini Tartinia
Editor Husnul Khatimah