Metropolitan

Jakarta Berbenah, Pramono Ajak Kolaborasi Bangun Kota Inklusif, Nyaman, dan Memberi Ruang untuk Difabel

Oleh: Fina Salsabila Aura Rabu 23 Jul 2025, 12:07 WIB
Ilustrasi. Jakarta sedang berbenah menjadi kota yang lebih ramah dan inklusif untuk semua warga, termasuk teman-teman penyandang disabilitas.

AYOJAKARTA.COM - Jakarta sedang berbenah menjadi kota yang lebih ramah dan inklusif untuk semua warga, termasuk teman-teman penyandang disabilitas.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan mimpi besar ini melalui kehadiran di acara Wartalks bersama para penyandang disabilitas.

"Jakarta harus jadi kota yang memberi ruang bagi semua, termasuk teman-teman difabel," tegas Pramono.

Visi ini bukan sekadar retorik politik, tetapi langkah nyata menuju transformasi Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya modern tapi juga berjiwa sosial tinggi.

Baca Juga: Bangga banget! DKI Jakarta Jadi Tuan Rumah UCAP CAI Regional Convening 2025

Dari jembatan penyeberangan yang mudah diakses, taman kota yang ramah untuk semua, sampai transportasi publik yang nyaman, semuanya sedang dirancang ulang dengan prinsip kesetaraan.

Upaya Jakarta membangun infrastruktur inklusif ini ternyata mendapat pengakuan internasional yang membanggakan.

"sebenarnya Jakarta ini diundang bukan karena jagonya Pramono Anung, tetapi semata-mata karena kita dianggap sebagai negara yang memberikan ruang yang cukup baik bagi disabilitas," ungkap Pramono.

Pengakuan ini menjadi modal besar bagi Jakarta untuk terus melaju menuju target ambisius masuk Top 50 Global City 2029.

Fasilitas inklusif, aman, dan ramah disabilitas kini menjadi prioritas utama, didukung transportasi terintegrasi Jaklingko yang menghubungkan BRT, MRT, dan LRT dalam satu sistem yang mudah digunakan oleh siapa saja.

Semangat gotong royong dan kolaborasi menjadi kunci sukses transformasi ini.

Baca Juga: Ada Infinix, Samsung hingga OPPO, TOP 8 HP Baru Juli 2025 Spesifikasi dan Harga Lengkap!

"Sore hari mampir ke Setu Babakan, menikmati jajanan khas warga lokal, dengan kolaborasi kita tuntaskan tantangan, agar Jakarta melaju menuju kota global," ujar Pramono yang menunjukkan bahwa pembangunan inklusif tidak harus menghilangkan identitas lokal.

Justru dengan merangkul keberagaman dan memberikan ruang yang sama untuk semua, Jakarta sedang mempersiapkan diri menyambut 500 tahun dengan wajah baru yang lebih humanis.

Media dan masyarakat diajak berpartisipasi aktif dalam mewujudkan mimpi besar ini.

Hal ini karena Jakarta yang inklusif hanya bisa terwujud kalau kita semua ikut berkontribusi dan peduli satu sama lain.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky