Metropolitan

Mendekat ke Tokoh Nasional Jelang Pilkada Jakarta, Jubir Calon Independen: Pemilih Jakarta Sudah Cerdas!

Oleh: Karseno AJ Minggu 17 Nov 2024, 14:36 WIB
Pilkada Jakarta 2024

 

AYOJAKARTA.COM – Perolehan elektabilitas yang dirilis sejumlah lembaga survei mengindikasikan adanya tren kenaikan dari paslon peserta Pilkada Jakarta nomor urut tiga.

Meski hal serupa cenderung terjadi pada paslon nomor urut dua, sengitnya kontestasi Pilkada Jakarta dinilai lebih diwarnai oleh pasangan Rido dengan Pramono-Rano.

Anggapan tersebut mencuat setelah Ridwan Kamil menyambangi sejumlah tokoh penting usai elektabilitasnya di Pilkada Jakarta mengalami penurunan.

Baca Juga: Daftar Instansi yang Telah Umumkan Hasil SKD CPNS 2024, Cek Lewat Kode Unik Ini Ketahu Kamu Lolos ke Tahap SKB atau Tidak

Selain menyambangi Presiden Prabowo dan Joko Widodo, upaya RK mencari dukungan juga dilakukan oleh PKS dengan mengunjungi Anies Baswedan.

Upaya Ridwan Kamil meminta dukungan dari sejumlah tokoh nasional untuk mendongkrak elektabilitas, oleh banyak kalangan dinilai sebagai bentuk antisipasi menghadapi kekalahan.

Sehubungan dengan adanya anggapan tersebut, Fernando Silalahi yang merupakan Jubir dari pasangan independen di Pilkada Jakarta memberi tanggapan.

Menurut Fernando, upaya dari paslon nomor urut satu dan tiga yang terus mencari dukungan dari sejumlah tokoh memiliki makna politik tersendiri.

Berbeda strategi dengan kedua pasangan Pilkada Jakarta yang sibuk menyambangi tokoh, pasangan Dharma-Kun justru mengklaim lebih banyak mendekat ke akar rumput.

Karena itu, Fernando mengajak pemilih Jakarta untuk bisa membuka pikiran dan mengamati secara lebih mendalam maksud dari kunjungan tersebut.

Warga Jakarta, menurut Fernando merupakan pemilih yang cerdas sehingga harus dibuktikan saat pemilihan dilakukan.

Baca Juga: Arti Kode IP pada Smartphone, Seberapa Tahan Terhadap Air dan Anti Debu?

“Saya mau bilang, dari ketiga pasangan calon ini hanya Dharma-Kun yang setiap hari mendatangi orang Jakarta panas-panasan,” ungkap Fernando.

Untuk bisa mengentaskan persoalan Jakarta, Fernando menambahkan membutuhkan sosok pemimpin yang mengenali setiap permasalahan.

Bukan semata berdiri di podium dan menyuarakan gagasan perubahan, Jakarta di masa depan membutuhkan sosok yang benar-benar bisa bekerja tanpa tekanan.

Salah satu indikasinya adanya potensi tekanan, menurut Fernando adalah sebagaimana ditunjukkan oleh paslon lain yang terus mencari dukungan.

Cita-cita untuk menjadikan Jakarta sebagai Kota Masa Depan menurut Fernando dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan langsung kepada warga Jakarta.

Terkait dengan hasil elektabilitas yang dirilis oleh sejumlah lembaga, Fernando menganggap hal tersebut bukan merupakan suatu ancaman.

Disamping karena metode survei berbeda-beda, hasil angka persentase yang dipublikasi ke masyarakat juga tidak pernah diketahui prosesnya.

Pasangan cagub-cawagub peserta Pilkada Jakarta dari jalur independen, menurut Fernando adalah silent majority yang dekat di akar rumput tapi kinerjanya tidak pernah diliput. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky