Metropolitan

Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Rute Velodrome-Manggarai, Ada Rekayasa Lalu Lintas 27 Juni 2025 hingga Februari 2026

Oleh: Fina Salsabila Aura Selasa 15 Jul 2025, 21:40 WIB
Mulai 27 Juni 2025 hingga 28 Februari 2026, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menerapkan rekayasa lalu lintas di Jalan Tambak untuk mendukung pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai.


AYOJAKARTA.COM - Warga Jakarta perlu bersiap menghadapi perubahan signifikan arus lalu lintas di kawasan Pintu Air Manggarai selama hampir 8 bulan ke depan.

Mulai 27 Juni 2025 hingga 28 Februari 2026, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menerapkan rekayasa lalu lintas di Jalan Tambak untuk mendukung pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai.

Proyek ini fokus pada pembangunan struktur viaduct pier di tiga titik utama yaitu P160B, P161B, dan P162B yang akan menutup sebagian Jalan Tambak.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pelopor! PKH dan BPNT Beralih ke Sistem Modern untuk Kemudahan Masyarakat

Lokasi ini sangat strategis karena berada di area padat penduduk dengan akses langsung ke Pintu Air Manggarai, sehingga dampaknya akan dirasakan oleh ribuan pengendara yang setiap hari melewati jalur tersebut.

Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyelesaikan jaringan LRT yang menghubungkan Velodrome dengan Manggarai, yang nantinya akan terintegrasi dengan sistem transportasi massal lainnya di Jakarta.

Selama periode rekayasa lalu lintas, akan ada tujuh tahapan pekerjaan besar yang berlangsung secara bertahap dan sistematis.

Dimulai dengan pekerjaan bored viaduct pada 27 Juni hingga 29 Agustus 2025, yang akan melibatkan pengeboran untuk fondasi pier dengan spesifikasi 20 bored pile berdiameter 1800mm dan 8 bored pile berdiameter 1500mm.

Selanjutnya pekerjaan pilecap viaduct (4 Agustus - 11 November 2025), pier viaduct (19 Agustus - 28 Desember 2025), pier head viaduct (13 September 2025 - 12 Januari 2026), erection steel box girder (12 Oktober 2025 - 30 Januari 2026), slabdeck (20 Oktober 2025 - 15 Februari 2026), dan terakhir pekerjaan parapet (30 Oktober 2025 - 28 Februari 2026).

Baca Juga: Viral Busa Limbah di Permukaan Air Pintu Jakarta, Ini Cara yang Bisa Dilakukan di Rumah

Setiap tahapan akan melibatkan penutupan area kerja yang ditandai dengan warna hijau dan merah pada peta, dimana area merah menunjukkan dampak langsung terhadap warga sekitar.

Khusus untuk pekerjaan P160B, terdapat catatan khusus bahwa warga di sekitar area tersebut masih dapat melintas satu jalur secara bergantian, meskipun dengan pembatasan waktu dan pengaturan khusus dari petugas.

Rekayasa lalu lintas ini akan berdampak cukup signifikan pada pola pergerakan kendaraan di kawasan tersebut, terutama karena Jalan Tambak merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan area utara dan selatan Jakarta.

Dari peta yang ditampilkan, terlihat bahwa jalur alternatif akan diarahkan melalui rute yang ditandai dengan garis biru, sementara area yang terdampak langsung ditandai dengan garis merah.

Dinas Perhubungan telah menyiapkan rambu-rambu khusus termasuk tanda pembatasan kecepatan, peringatan area kerja, dan petunjuk arah alternatif untuk membantu pengendara.

Baca Juga: KPM PKH dan BPNT Wajib Tahu! 4 Jenis Bansos Ini Cair Serentak di PT Pos Indonesia

Warga yang biasa melewati jalur ini disarankan untuk menambah waktu perjalanan sekitar 15-30 menit lebih lama dari biasanya, atau mencari rute alternatif melalui jalan-jalan sekunder yang tersedia.

Petugas lapangan akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengatur arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.

Meskipun akan menimbulkan ketidaknyamanan sementara, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang berupa sistem transportasi yang lebih modern, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Jakarta.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti petunjuk petugas, pembangunan LRT Fase 1B ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan solusi transportasi yang berkelanjutan bagi warga Jakarta.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky