AYOJAKARTA.COM -- Angkatan kerja di wilayah Provinsi DKI Jakarta mencapai lebih dari lima juta pekerja.
Mulai dari pekerja formal maupun informal dengan berbagai latar pendidikan di wilayah Provinsi DKI Jakarta, jumlahnya selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman resmi jakarta.bps.go.id, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2024, total 5,43 jumlah angkatan kerja di wilayah Provinsi DKI Jakarta
Didominasi oleh pekerja dengan latar pendidikan lulusan SMA, SMK Sederajat yang mencapai 1,8 juta pekerja di tahun 2024.
Mayoritas angkatan kerja di wilayah Provinsi DKI Jakarta menggeluti bidang pekerjaan yang berasal dari sektor informal.
Dalam artian, pekerja yang bekerja sendiri di bidang pertanian dan nonpertanian misalnya perdagangan, industri, dan jasa dengan pendapatan bersih yang berbeda-beda tiap latar belakang pendidikannya.
Untuk sekarang, UMP di wilayah Provinsi DKI Jakarta mencapai Rp5.067.381.
Baca Juga: Fantastis! Rata-rata Pendapatan Jurusan di FIB UI, Ada yang Mencapai Rp61 Juta per Bulan
Lalu berapa pendapatan bersih pekerja infomal tiap bulannya di wilayah Provinsi DKI Jakarta?
Berdasarkan data BPS Provinsi DKI Jakarta update 28 Februari 2024, berikut pendapatan bersih rata-rata pekerja informal lulusan SD-SMA/SMK sederajat di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
1. Kepulauan Seribu
Pendapatan bersih rata-rata untuk pekerja informal di Kepulauan Seribu mencapai Rp2.132.501.
Dengan rincian, pendapatan bersih pekerja informal yang tidak lulus SD sederajat atau tidak sekolah sebesar Rp1.059.296, lulusan SD sederajat Rp1.996.868, lulusan SMP sederajat Rp2.300.321, dan lulusan SMA sederajat Rp2.248.761
2. Jakarta Selatan
Jakarta Selatan menjadi kota dengan pendapatan bersih rata-rata pekerja informal yang tertinggi di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Pekerja informal di Jakarta Selatan memiliki pendapatan bersih mencapai Rp4.446.097.
Dengan rincian, pendapatan bersih pekerja informal yang tidak lulus SD sederajat atau tidak sekolah sebesar Rp2.926.102, lulusan SD sederajat Rp3.423.721, lulusan SMP sederajat Rp4.366.238, dan lulusan SMA sederajat Rp4.737.687.
3. Jakarta Timur
Rata-rata pendapatan bersih pekerja informal di Jakarta Timur mencapai Rp3.398.513.
Dengan rincian, pendapatan bersih pekerja informal yang tidak lulus SD sederajat atau tidak sekolah sebesar Rp3.424.240, lulusan SD sederajat Rp3.356.309, lulusan SMP sederajat Rp3.149.455, dan lulusan SMA sederajat Rp3.476.073.
4. Jakarta Pusat
Pekerja informal di wilayah Jakarta Pusat memiliki rata-rata pendapatan bersih pekerja informal mencapai Rp3.508.236.
Dengan rincian, pendapatan bersih pekerja informal yang tidak lulus SD sederajat atau tidak sekolah sebesar Rp2.342.337, lulusan SD sederajat Rp2.652.465, lulusan SMP sederajat Rp3.465.731, dan lulusan SMA sederajat Rp3.767.546.
5. Jakarta Barat
Pekerja informal di wilayah Jakarta Barat memiliki rata-rata pendapatan bersih pekerja informal mencapai Rp3.932.710.
Dengan rincian, pendapatan bersih pekerja informal yang tidak lulus SD sederajat atau tidak sekolah sebesar Rp2.780.479, lulusan SD sederajat Rp3.301.429, lulusan SMP sederajat Rp3.708.328, dan lulusan SMA sederajat Rp4.402.714.
Baca Juga: Gaji di Bawah Rp6 Juta: Potret 10 Lulusan ITB dengan Pendapatan Terendah Menurut Tracer Study 2023
6. Jakarta Utara
Pekerja informal di wilayah Jakarta Utara memiliki rata-rata pendapatan bersih pekerja informal mencapai Rp4.746.281.
Dengan rincian, pendapatan bersih pekerja informal yang tidak lulus SD sederajat atau tidak sekolah sebesar Rp2.927.386, lulusan SD sederajat Rp2.777.196, lulusan SMP sederajat Rp4.749.302, dan lulusan SMA sederajat Rp5.747.644.
7. DKI Jakarta
Pekerja informal di wilayah DKI Jakarta memiliki rata-rata pendapatan bersih mencapai Rp3.957.275.
Dengan rincian, pendapatan bersih pekerja informal yang tidak lulus SD sederajat atau tidak sekolah sebesar Rp2.956.649, lulusan SD sederajat Rp3.172.214, lulusan SMP sederajat Rp3.824.596, dan lulusan SMA sederajat Rp4.300.247.