AYOJAKARTA.COM - Pergerakan penumpang domestik di Bandara Soekarno-Hatta mengalami perubahan yang signifikan dalam enam tahun terakhir, dari tahun 2018 hingga 2023.
Tren ini menggambarkan pengaruh besar pandemi Covid-19 pada transportasi udara di Indonesia, terutama pada tahun 2020 dan 2021, ketika jumlah penumpang mengalami penurunan drastis.
Pada tahun 2018, jumlah penumpang yang datang tercatat sebanyak 24.669.240 orang, sementara penumpang yang berangkat mencapai 22.609.828 orang.
Baca Juga: Harga di Bawah Rp3 Jutaan, Ini 5 Fitur Terbaik Redmi Note Seri 13
Jumlah ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat saat itu, dengan Bandara Soekarno-Hatta sebagai salah satu pusat utama transportasi domestik di Indonesia.
Di tahun 2019, terjadi penurunan jumlah penumpang domestik yang cukup signifikan.
Penumpang yang datang tercatat sebanyak 19.480.251 orang, sementara penumpang yang berangkat mencapai 17.944.183 orang.
Meski masih tinggi, penurunan ini terjadi sebelum adanya pandemi, menunjukkan perubahan mobilitas di tengah perubahan tren perjalanan dalam negeri.
Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada tahun 2020 membawa dampak besar pada pergerakan penumpang domestik di Bandara Soekarno-Hatta.
Penumpang yang datang turun drastis menjadi hanya 8.623.949 orang, sementara yang berangkat hanya 7.653.349 orang.
Pembatasan perjalanan dan kekhawatiran akan penyebaran virus membuat aktivitas perjalanan udara merosot tajam.
Penurunan jumlah penumpang berlanjut pada tahun 2021, meskipun angkanya tidak serendah tahun sebelumnya.
Baca Juga: Review Huawei Matepad Pro 12.2, Spesifikasi Oke Harganya Makin Murah?
Jumlah penumpang yang datang tercatat 8.004.225 orang, sementara yang berangkat sebanyak 7.480.440 orang.
Pada masa ini, beberapa pembatasan mulai dilonggarkan, tetapi jumlah penumpang masih jauh di bawah periode sebelum pandemi.
Tahun 2022 menjadi titik awal pemulihan, dengan penumpang yang datang mencapai 16.587.279 orang dan penumpang yang berangkat sebanyak 15.095.976 orang.
Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan, seiring dengan relaksasi kebijakan perjalanan dan meningkatnya rasa percaya diri masyarakat untuk kembali bepergian.
Pada tahun 2023, jumlah penumpang domestik terus mengalami peningkatan dengan jumlah penumpang yang datang sebanyak 18.852.431 orang dan penumpang yang berangkat mencapai 16.548.771 orang.
Peningkatan ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang terus berlanjut, meskipun belum mencapai angka mobilitas seperti di tahun 2018.
Tren selama enam tahun terakhir ini memberikan gambaran jelas tentang dampak pandemi dan fase pemulihan yang terjadi.
Setelah terpuruk di masa pandemi, jumlah penumpang domestik mulai kembali mendekati angka sebelum pandemi, menunjukkan pemulihan di sektor transportasi udara.
Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara terbesar di Indonesia juga menjadi indikator utama pemulihan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Tren ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan normalisasi kondisi dan meningkatnya kebutuhan perjalanan dalam negeri.***