AYOJAKARTA.COM - Debat Pilgub Jakarta 2024 kedua telah diadakan semalam, Minggu (27/10/2024).
Dalam debat Pilgub Jakarta 2024 tersebut membahas banyak hal dengan mengangkat tema ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Pada tema besar ini, calon wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Rano Karno, sempat membahas masalah ketimpangan sosial.
Rano Karno yang akrab disapa Doel tersebut mengatakan masalah ketimpangan sosial di Jakarta tinggi. Ia mempunyai solusi untuk menurunkan biaya hidup masyarakat.
Bagaimana caranya? Berikut penjelasan Rano Karno dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Senin, 28 Oktober 2024:
Rano Karno mengatakan tidak bisa dipungkiri memang masalah ketimpangan sosial di Jakarta tinggi senasional.
“Tidak bisa dipungkiri, rasio (ketimpangan sosial) di Jakarta ini tertinggi secara nasional,” ujarnya.
Rano Karno mengatakan masyarakat yang berada dan rendah juga banyak. Maka, ia mempunyai solusi untuk menurunkan biaya hidup masyarakat.
Baca Juga: Kamu Pilih Mana? Infinix Note 40 vs Poco M6 Pro, Desain Performa Kamera Hingga Baterai
“Golongan have banyak. Golongan rendah juga banyak. Nah, apa yang harus dilakukan? Tentu pemerintah daerah harus berusaha menurunkan biaya hidup masyarakat,” lanjutnya.
Rano Karno menjelaskan beberapa cara untuk menurunkan biaya hidup masyarakat. Pertama adalah membuat biaya bahan pangan menjadi murah.
Ada memperpendek rantai pasok, melanjutkan perkebunan atau pertanian kontrak, operasi pasar, dan pelaksananya BUMD pangan Jakarta.
“Pertama adalah pangan harus murah. Kita (Pramono-Rano) memperpendek rantai pasok, kemudian lanjutkan contract farming, operasi pasar, dan harus dilakukan secara profesional oleh BUMD pangan Jakarta,” jelasnya.
Kedua, Rano Karno akan mengusahakan agar transportasi publik terjangkau harganya bagi masyarakat Jakarta.
“Kedua, transportasi publik harus terjangkau. Armada ditambah, rute diperluas, waktu tunggu dipangkas,” lanjutnya.
Ketiga, ia juga mengusahakan pendidikan yang gratis dengan memanfaatkan Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul.
“Akses pendidikan harus gratis. KJP, KJMU, harus diutamakan,” akhirnya.***