Metropolitan

Musim Hujan, BPBD DKI Jakarta Imbau Potensi Longsor di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, CEK Wilayah Klik di Sini

Oleh: Jinan Vania Barizky Kamis 14 Agu 2025, 16:22 WIB
Ilustrasi. Bencana longsor ketika hujan lebat, BPBD DKI Jakarta berikan imbauan kepada masyarakat

AYOJAKARTA.COM - Waspada potensi tanah longsor di tengah cuaca ekstrem yang terjadi di wlayah DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan oleh Badan Penganggulangan Bencana Daeran (BPBD) DKI Jakarta yang mengimbau wilayah terutama Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dari bahwa longsor.

Imbauan ini pun sesuai dengan hasil pantauan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Baca Juga: KPM Merapat! Ini Deretan Bansos Cair Jelang 17 Agustus 2025, Mulai dari Beras hingga Uang Tunai

Isnawa Adji selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta menyebutkan DKI Jakarta ada yang masuk dalam kategori zona menengah-tinggi kerentanan gerakan tanah.

Setidaknya zona menengah-tinggi ini berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Jakarta Selatan

- Kecamatan Cilandak

- Jagakarsa

- Kebayoran Baru

- Kebayoran Lama

- Mampang Prapatan

- Pancoran

- Pasar Minggu

- Pesanggrahan

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Siap Digarap, Kota-kota Ini Bakal Jadi Pusat Ekonomi Baru!

Jakarta Timur

- Kecamatan Cipayung

- Kramat Jati

- Pasar Rebo

Longsor DKI Jakarta 2025 

Sebagai informasi longsor di tahun 2025 tepatnya pada bulan Juli, sempat terjadi longsor di Bantaran Kali Ciliwung Jakarta Timur. Empat rumah pun diketahui terdampak akibat tergerus aliran sungai. 

Isnawa menambahkan bahwa pada zona yang lebih tinggi potensi longsor ini pun semakin besar. 

BPBD mengimbau lurah, camat, dan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras melanda.

“Kami minta semua pihak mengantisipasi dengan melakukan pemantauan, menghindari aktivitas berisiko di lereng curam, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai maupun terdapat tebing atau gawir, dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” jelasnya.

Antisipasi yang bisa dilakukan oleh masyarakat ialah melakukan penanaman pohon di lokasi rawan dan minim vegetasii.***

 

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky