Metropolitan

Persepsi akan Panggil LSI dan Poltracking soal Rilis Elektabilitas Pilgub Jakarta yang Bertolak Belakang, Mana Survei yang Benar dan Jujur?

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Minggu 27 Okt 2024, 09:31 WIB
Berdasarkan hasil survei tersebut, pasangan Ridwan Kamil-Suswono meraih dukungan elektabilitas sebesar 51,6%.

AYOJAKARTA.COM - Menjelang debat kedua Pilkada Jakarta, dua lembaga survei, Poltracking Indonesia dan Lembaga Survei Indonesia (LSI), merilis hasil survei terbaru yang menampilkan perbedaan elektabilitas signifikan di antara pasangan calon.

Hasil survei ini memicu perhatian publik karena mencerminkan persaingan ketat antara pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (Rido), dan pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno.

Poltracking Indonesia melakukan survei dengan metode simulasi surat suara pada periode 10 hingga 16 Oktober 2024, pasca debat pertama yang digelar 6 Oktober lalu.

Berdasarkan hasil survei tersebut, pasangan Ridwan Kamil-Suswono meraih dukungan elektabilitas sebesar 51,6%.

Di urutan kedua, pasangan Pramono Anung-Rano Karno memperoleh 36,4%, sedangkan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana hanya memperoleh 3,6% dukungan suara.

Berbeda dengan Poltracking, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei yang menunjukkan pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono berada di angka 37,4%, sementara pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana meraih 6,6%, dan pasangan Pramono Anung-Rano Karno unggul tipis dengan 41,6%.

Baca Juga: Mengapa Kaca Mobil Berjamur dan Tidak Bersih Saat Diguyur Hujan? Ini 3 Penyebab dan Solusinya

Perbedaan hasil survei ini menarik perhatian Dewan Etik Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi).

Ketua Bidang Internal Persepi, Arya Fernandes, menyatakan bahwa pihaknya berencana meminta klarifikasi dari kedua lembaga survei tersebut untuk menjelaskan perbedaan signifikan dalam hasil survei elektabilitas calon gubernur Jakarta.

Menurut Arya, meski survei dilakukan oleh lembaga yang kredibel, hasil yang berbeda terlalu jauh dapat menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

“Untuk menjelaskan bagaimana prosedur, proses, dan metodologi pelaksanaan survei, kami di pengurus sifatnya hanya sebagai memfasilitasi pelaksanaan konfirmasi dan penjelasan tersebut,” ujar Arya.

Persepi merasa perlu melakukan konfirmasi guna memastikan bahwa kedua lembaga ini telah menggunakan metodologi dan prosedur survei yang sah dan tepat.

Baca Juga: 6 Tempat Makan Tongseng Kambing Terenak di Jakarta, Sudah Pernah Coba?

Lebih lanjut, Arya menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat internal terkait perbedaan hasil ini dan akan mengadakan pertemuan tingkat dewan untuk membahas lebih lanjut.

Persepi berkomitmen memfasilitasi proses klarifikasi dan memberikan ruang bagi LSI dan Poltracking untuk menjelaskan metode dan prosedur survei mereka kepada publik.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral Persepi untuk menjaga kredibilitas lembaga survei di mata masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak langsung menyimpulkan hasil akhir Pilkada Jakarta dari survei-survei yang berbeda ini.

Klarifikasi dari kedua lembaga survei ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada publik tentang bagaimana survei dilakukan, serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil yang berbeda.

Baca Juga: Angka Stunting Tertinggi Ada di Jaktim, Bagaimana Daerah Lainnya di DKI Jakarta?

Dengan begitu, masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan tidak terpengaruh oleh hasil survei yang mungkin membingungkan.

Perdebatan dan antusiasme publik terkait hasil survei menjelang Pilkada ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memilih calon pemimpin Jakarta yang diharapkan mampu membawa perubahan.

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Aris Abdulsalam